Rabu, 29 April 2026

Banjir Landa Aceh

Korban Banjir Pante Ceureumen Aceh Barat Dapat Pendampingan Psikologis

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97, dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Kominsa Aceh Barat
TRAUMA HEALING - Ketua PKK Aceh Barat Ny Afrinda Novalia bersama Staf Ahli TP PKK Lisa Nazmi menghibur warga dan anak-anak pada kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Senin (22/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Senin (22/12/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97, dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Aceh Barat Ny Afrinda Novalia, SE, MM, Staf Ahli TP PKK Lisa Nazmi, SE, serta Plt Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Barat Ny Cut Zulfahnur Safitri.

Turut hadir pula Ketua Persit Kodim 0105/Aceh Barat dan Ketua Bhayangkari Polres Aceh Barat, sebagai bentuk sinergi lintas organisasi perempuan dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.

Ketua TP PKK Aceh Barat, Afrinda Novalia, menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap kondisi psikologis masyarakat. 

Khususnya kelompok rentan yang terdampak banjir.

Baca juga: Kejari Subulussalam Peringati Hari Ibu, Begini Kisah Lahirnya Mothers Day

“Pada kegiatan ini kami menghadirkan psikolog untuk membantu pemulihan psikologis warga.

Selain itu, kami juga menyerahkan 17 paket bantuan untuk ibu hamil yang disalurkan ke sejumlah desa terdampak, yaitu Desa Jambak, Lawet, Lango, dan Canggai,” ujar Afrinda.

Ia berharap kegiatan trauma healing dapat membantu memulihkan luka batin masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia, yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana banjir.

Menurut Afrinda, trauma healing merupakan proses penyembuhan akibat pengalaman traumatis seperti bencana alam, kehilangan, maupun tekanan emosional lainnya yang berdampak pada emosi, pikiran, dan perilaku seseorang.

“Melalui pendekatan ini, diharapkan para korban dapat kembali menemukan keseimbangan mental dan menjalani kehidupan secara normal tanpa bayang-bayang trauma masa lalu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Barat, Abdullah, SS, menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut anak-anak diajak belajar sambil bermain melalui berbagai aktivitas edukatif dan permainan interaktif.

Baca juga: PMI Aceh Barat Suplai Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Woyla

Menurutnya, metode tersebut dinilai efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang menyenangkan, aman, dan sesuai dengan usia mereka.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemulihan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat pascabencana,” pungkas Abdullah. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved