Berita Bireuen
Banjir Luapan Terjang Jeunieb, Keuchik Beberkan Penyebab & Minta Solusi Ini
Belasan desa di Jeunieb, Bireuen, dilanda banjir luapan akibat hujan deras dan aliran Krueng Jeunieb yang sempit serta dipenuhi sampah.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Belasan desa di Jeunieb, Bireuen, dilanda banjir luapan akibat hujan deras dan aliran Krueng Jeunieb yang sempit serta dipenuhi sampah.
- Keuchik Meunasah Tambo, M Fadhil, menyebut tumpukan sampah di jembatan jadi pemicu utama meluapnya air ke permukiman.
- Solusi mendesak adalah pembersihan sampah, normalisasi sungai, peninggian tebing, serta perbaikan jembatan yang terancam amblas.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Belasan desa di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, kembali dilanda banjir luapan yang terjadi sejak Rabu sore (24/12/2025) hingga Kamis dini hari (25/12/2025).
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan warga, terutama karena ancaman banjir susulan masih sangat mungkin terjadi.
Keuchik Meunasah Tambo, M Fadhil menjelaskan, bahwa salah satu faktor utama penyebab banjir adalah kondisi aliran Krueng Jeunieb yang semakin sempit dan dipenuhi sampah.
Sedangkan hujan deras yang mengguyur kawasan pedalaman Jeunieb membuat air meluncur deras ke sungai tersebut.
Namun, aliran air terhambat oleh tumpukan sampah dan kayu yang tersangkut di beberapa jembatan.
Akibatnya, air meluap ke permukiman warga dan merendam rumah-rumah di sekitarnya.
Baca juga: Banjir Luapan Sungai Krueng Kala Lhoong-Aceh Besar Meluas, 63 Rumah Terendam
“Di jembatan Meunasah Tambo, sampah menumpuk dan menghalangi aliran air. Begitu hujan turun, air langsung meluap ke rumah warga,” ungkap M Fadhil.
Menurutnya, langkah pertama yang harus segera dilakukan adalah pembersihan tumpukan sampah di jembatan tersebut.
Jika sampah tidak segera diangkat, setiap kali hujan turun, banjir akan kembali terjadi.
Selain itu, normalisasi aliran sungai dan peninggian tebing sungai menjadi solusi jangka panjang yang sangat mendesak.
“Kalau tebing sungai sudah tinggi dan aliran sungai dinormalisasi, air akan langsung mengalir deras ke Kuala Jeunieb tanpa meluap ke permukiman,” tambahnya.
Baca juga: VIDEO - 14 Pekerja Terjebak Banjir Luapan Sungai Lhok Gaca Aceh Besar
Ancaman Infrastruktur
Keuchik juga memperingatkan bahwa tumpukan sampah dan kayu yang dibiarkan menumpuk dapat merusak jembatan.
Jika tidak segera diangkat, jembatan bisa putus dihantam arus banjir dari bawah.
Kondisi ini diperparah dengan keberadaan jembatan lain yang menghubungkan Desa Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang.
Jembatan tersebut kini sudah miring, abudment tergerus banjir, dan hanya menunggu waktu untuk amblas.
“Jembatan itu sangat vital karena digunakan masyarakat untuk ke masjid, anak-anak ke sekolah, dan berbagai aktivitas lainnya,” terang dia.
“Jika amblas, dampaknya akan sangat luas bagi warga,” jelasnya.
Baca juga: Krueng Jeunieb- Bireuen Meluap Banjiri Pemukiman Warga
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pembersihan sampah, normalisasi sungai, serta pembangunan kembali jembatan yang rusak.
Tanpa langkah cepat dan nyata, banjir luapan akan terus menghantui kehidupan masyarakat Jeunieb setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.(*)
| Rencana Pembangunan Gudang BULOG di Batee Geulungku-Bireuen Disepakati |
|
|---|
| Bupati Bireuen Terima Audiensi KGS, Komit Perjuangkan Hak Korban Banjir |
|
|---|
| RSUD Bireuen Tetap Tangani Pasien Sesuai Diagnosa Dokter, Mekanisme Pembiayaan Ikuti Status Desil |
|
|---|
| Bupati Bireuen Terima Audiensi Koalisi Sipil, Sepakat Kawal Hak Korban Banjir |
|
|---|
| LLDIKTI Wilayah XIII Aceh Kunjungi UNIKI Bireuen untuk Monitoring dan Evaluasi Akademik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penyebab-banjir-luapan-di-Jeunieb.jpg)