Sabtu, 25 April 2026

Banjir Landa Aceh

Ekspedisi Selama 14 Hari, PII Aceh dan Lazisku Berhasil Tembus 5 Kabupaten Terdampak Banjir

Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh bersama dengan Lazisku KB PII dan Keluarga Besar PII Aceh melakukan ekspedisi selama 14 hari

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
TEROBOS MEDAN SULIT - Tim relawan PII Aceh dan Lazisku saat menerobos medan sulit untuk mencapai korban bencana di dataran tinggi Gayo baru-baru ini. 

Ringkasan Berita:
  • PW PII Aceh bersama Lazisku KB PII & Keluarga Besar PII Aceh melakukan ekspedisi kemanusiaan selama 14 hari menyalurkan sekitar 3 ton bantuan ke 5 kabupaten terdampak bencana. 
  • Relawan menghadapi medan ekstrem akibat jalan dan jembatan rusak, menyeberangi sungai hingga memikul bantuan ratusan kilogram demi menjangkau daerah pelosok dan terisolir.
  • Ekspedisi berakhir 25 Desember 2025 dengan komitmen memastikan bantuan tepat sasaran serta rencana lanjutan penyaluran paket pendidikan bagi pelajar.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh bersama dengan Lazisku KB PII dan Keluarga Besar PII Aceh melakukan ekspedisi selama 14 hari, menembus 5 kabupaten/kota untuk mengantarkan bantuan dalam misi kemanusian.

Lima kabupaten terdampak bencana yang mereka kunjungi adalah Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Pada Jum'at, (12/12/2025), relawan PII Aceh dan Lazisku dilepaskan secara resmi oleh Ketua Umum KB PII Aceh, Dr Muslem Yacob S.Ag, M.Pd di Sekretariat PW PII Aceh, Kota Banda Aceh.

Setelahnya para relawan melakukan ekspedisi mendistribusikan bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan lainnya mencapai 3 ton barang ke Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Banyaknya jalur dan jembatan yang rusak diterjang banjir menjadikan perjalanan ekspedisi tersebut begitu sulit.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah yang memimpin tim.

Baca juga: Tiba di Aceh, UAS Tinjau Progres Museum Harun Keuchik Leumiek

"Seperti yang kita ketahui, jalur akses penghubung kabupaten di Aceh rusak di beberapa titik baik jembatan maupun jalan.

Hal ini menyebabkan proses distribusi bantuan begitu sulit dan memakan waktu yang lama. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan," ucap Rendi.

Tujuan pertama yaitu Bireuen. Dan kemudian Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Untuk mengakses Aceh Utara dan Aceh Tamiang, tim relawan harus menyeberangi jembatan Kutablang, Bireuen yang terputus melalui penyeberangan sungai dengan risiko yang tinggi.

Ekspedisi ketiga kabupaten tersebut memakan waktu hingga tujuh hari.

"Walaupun medan yang kami lalui tidak seperti biasanya, hati kami sangat lega saat melihat senyum masyarakat ketika kami datang.

Mereka menganggap kami seperti keluarga sendiri, inilah karakter asli orang Aceh," sebut Rendi.

Baca juga: Hercules TNI AU Terobos Cuaca Buruk, 27,6 Ton Bansos dan Warga Terisolasi Dievakuasi

Banyaknya lingkungan yang rusak di kabupaten yang dilalui, memunculkan keprihatinan dari para relawan. Rendi menyebut bahwa bencana ini begitu parah merugikan material, fisik, mental masyarakat Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved