Banjir Landa Aceh
Ekspedisi Selama 14 Hari, PII Aceh dan Lazisku Berhasil Tembus 5 Kabupaten Terdampak Banjir
Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh bersama dengan Lazisku KB PII dan Keluarga Besar PII Aceh melakukan ekspedisi selama 14 hari
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- PW PII Aceh bersama Lazisku KB PII & Keluarga Besar PII Aceh melakukan ekspedisi kemanusiaan selama 14 hari menyalurkan sekitar 3 ton bantuan ke 5 kabupaten terdampak bencana.
- Relawan menghadapi medan ekstrem akibat jalan dan jembatan rusak, menyeberangi sungai hingga memikul bantuan ratusan kilogram demi menjangkau daerah pelosok dan terisolir.
- Ekspedisi berakhir 25 Desember 2025 dengan komitmen memastikan bantuan tepat sasaran serta rencana lanjutan penyaluran paket pendidikan bagi pelajar.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh bersama dengan Lazisku KB PII dan Keluarga Besar PII Aceh melakukan ekspedisi selama 14 hari, menembus 5 kabupaten/kota untuk mengantarkan bantuan dalam misi kemanusian.
Lima kabupaten terdampak bencana yang mereka kunjungi adalah Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Pada Jum'at, (12/12/2025), relawan PII Aceh dan Lazisku dilepaskan secara resmi oleh Ketua Umum KB PII Aceh, Dr Muslem Yacob S.Ag, M.Pd di Sekretariat PW PII Aceh, Kota Banda Aceh.
Setelahnya para relawan melakukan ekspedisi mendistribusikan bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan lainnya mencapai 3 ton barang ke Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Banyaknya jalur dan jembatan yang rusak diterjang banjir menjadikan perjalanan ekspedisi tersebut begitu sulit.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah yang memimpin tim.
Baca juga: Tiba di Aceh, UAS Tinjau Progres Museum Harun Keuchik Leumiek
"Seperti yang kita ketahui, jalur akses penghubung kabupaten di Aceh rusak di beberapa titik baik jembatan maupun jalan.
Hal ini menyebabkan proses distribusi bantuan begitu sulit dan memakan waktu yang lama. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan," ucap Rendi.
Tujuan pertama yaitu Bireuen. Dan kemudian Aceh Utara dan Aceh Tamiang.
Untuk mengakses Aceh Utara dan Aceh Tamiang, tim relawan harus menyeberangi jembatan Kutablang, Bireuen yang terputus melalui penyeberangan sungai dengan risiko yang tinggi.
Ekspedisi ketiga kabupaten tersebut memakan waktu hingga tujuh hari.
"Walaupun medan yang kami lalui tidak seperti biasanya, hati kami sangat lega saat melihat senyum masyarakat ketika kami datang.
Mereka menganggap kami seperti keluarga sendiri, inilah karakter asli orang Aceh," sebut Rendi.
Baca juga: Hercules TNI AU Terobos Cuaca Buruk, 27,6 Ton Bansos dan Warga Terisolasi Dievakuasi
Banyaknya lingkungan yang rusak di kabupaten yang dilalui, memunculkan keprihatinan dari para relawan. Rendi menyebut bahwa bencana ini begitu parah merugikan material, fisik, mental masyarakat Aceh.
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Hibah dana TKD untuk daerah bencana di Aceh |
|
|---|
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima |
|
|---|
| Data Pascabencana 100 Persen Sinkron Aceh Tengah Masuk Tahap Lanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/terobos-25122025.jpg)