Banjir Landa Aceh
Ekspedisi Selama 14 Hari, PII Aceh dan Lazisku Berhasil Tembus 5 Kabupaten Terdampak Banjir
Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh bersama dengan Lazisku KB PII dan Keluarga Besar PII Aceh melakukan ekspedisi selama 14 hari
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
"Sepanjang jalan kami melihat banyak kerusakan.
Wajah wajah tegar mereka tidak dapat menutupi kesedihan. Tapi kami bangga menjadi saudara dari mereka, yaitu orang orang yang memiliki rasa sabar dan syukur yang besar," kata Rendi.
Setelah dari Aceh Tamiang, ekspedisi dilanjutkan ke Bener Meriah dan Aceh Tengah dimulai pada Kamis (18/12/2025).
Para relawan mengalami medan lebih ekstrem di wilayah tengah tersebut dengan banyaknya titik longsor.
"Untuk ke Bener Meriah dan Aceh Tengah kami harus memikul barang bantuan yang mencapai 200 Kg melewati jembatan yang terjal dan aliran sungai yang deras.
Kami berjalan sekitar 2 km dengan kondisi jalan berlumpur dan licin. Tentunya begitu melelahkan. Tapi yang membuat kami kuat adalah rasa sayang kami kepada rakyat Aceh," ujar Rendi.
Baca juga: Pasca Hujan Deras, Jalan Lintas Nasional Bireuen–Takengon Aman Dilalui
Di sana para relawan menembus daerah pelosok dan terisolir. Di sepanjang perjalanan di wilayah Tengah, relawan melihat kondisi yang begitu mengenaskan.
Para pejuang nafkah harus memikul beban berat dengan medan yang bahaya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Mereka mengesampingkan keselamatan demi menghidupi keluarga.
Para relawan mengakhiri ekspedisi pada Kamis (25/12/2025) dan kembali ke Banda Aceh.
Perjalanan panjang tersebut menyisakan kesan campur aduk.
Sedih melihat kondisi Aceh, senang dapat bercengkrama langsung dengan masyarakat, dan marah melihat ketidakadilan yang dilakukan oleh oknum tertentu.
"Ekspedisi ini kami lakukan karena kami ingin memastikan langsung bahwa bantuan kami diterima oleh tangan korban terdampak.
Karena kami sering mendapat kabar bahwa bantuan "dimainkan" oleh oknum tertentu," ucap Rendi.
Paket Pendidikan
Ke depan akan direncanakan pendistribusian paket pendidikan untuk para pelajar yang terdampak ke kabupaten/kota lainnya.
Rendi menyebut bahwa pendidikan wajib berlanjut dan harus menjadi perhatian semua pihak.
Ia menambahkan bahwa perjalanan ini merupakan panggilan hati berdasarkan ideologi keislaman yang telah didapatkan di PII.
PII lahir dari umat dan harus berbuat untuk umat. Menurutnya, aksi kemanusiaan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan oleh setiap organisasi. (*)
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/terobos-25122025.jpg)