Senin, 11 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Kerugian Banjir Aceh Timur Tembus Rp6,15 Triliun, Bupati Al-Farlaky Minta Akurasi Data

Bupati Al-Farlaky memberikan peringatan keras kepada para camat untuk menyajikan data yang riil dan faktual.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Amirullah
for serambinews
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, saat menggelar rapat evaluasi penanganan bencana banjir di pendopo Idi Rayeuk, Kamis (26/12/2025). 

Laporan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI -  Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, bergerak cepat memimpin rapat evaluasi penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Serbaguna Pemkab Aceh Timur, Kamis (25/12), ia menegaskan bahwa akurasi data sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan.

Rapat krusial tersebut dihadiri oleh jajaran Camat, Kepala Perangkat Daerah, serta perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus utama pembahasan adalah sinkronisasi data agar bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi dapat segera dikucurkan.

Bupati Al-Farlaky memberikan peringatan keras kepada para camat untuk menyajikan data yang riil dan faktual. Ia menyoroti pentingnya validitas informasi karena setiap kecamatan memiliki tingkat kerusakan yang berbeda-beda.

"Tidak ada lagi daerah terisolasi. Semua akses sudah ditembus, baik darat maupun udara. Sekarang fokus kita adalah keluar dari krisis ini. Kinerja kita sangat bergantung pada data lapangan. Jika data lambat atau salah, maka pembangunan dan recovery juga akan terlambat," tegas Al-Farlaky.

Baca juga: Sebulan Pasca Banjir Bandang, Aceh Timur Masih Darurat: 57 Warga Meninggal, 1.815 Sakit

Beliau juga sempat mengoreksi kekeliruan data infografis yang masih mencantumkan desa terisolasi. Menurutnya, kesalahan informasi di era digital dapat mencederai kepercayaan publik dan menghambat birokrasi anggaran.

Selain infrastruktur, Bupati menginstruksikan percepatan distribusi bantuan tahap kedua yang meliputi:

  1. Penyediaan tenda darurat sesuai kebutuhan lapangan.
  2. Pembuatan sumur bor untuk akses air bersih.
  3. Perhatian khusus bagi anak sekolah: Pendataan siswa yang kehilangan seragam dan perlengkapan sekolah akibat banjir.

"Saya minta sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan perikanan melakukan pendataan menyeluruh. Data ini akan menjadi dasar pengajuan bantuan keuangan bagi masyarakat terdampak serta ahli waris korban jiwa," tambahnya.

Sadar bahwa fasilitas publik sempat lumpuh, dalam rapat tersebut Bupati langsung mendata kebutuhan mendesak di tingkat kecamatan dan Puskesmas. Sebagai solusi cepat, Pemkab Aceh Timur akan segera menyalurkan bantuan perangkat komputer untuk kantor camat dan Puskesmas yang rusak terendam banjir.

Tak hanya itu, Al-Farlaky juga meminta laporan detail mengenai kerusakan mobil ambulans.

"Kita upayakan pelayanan publik kembali normal secepat mungkin. Untuk ambulans yang rusak, kita akan kaji apakah perlu perbaikan berat atau pengadaan unit baru," jelasnya.

Baca juga: Serius Berantas Korupsi, Prabowo: Kekayaan Negara Dirampok, Saya Siap Mati Demi Rakyat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved