Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Besar

Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh, Pemkab Aceh Besar Gelar Zikir dan Doa Bersama

doa bersama dan zikir akbar yanh dibalut dengan penyantunan anak yatim di Masjid Rahmatullah Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris memberikan sambutan pada acara peringatan mengenang 21 Tahun Gempa dan Tsunami Aceh 26 Desember 2004 di halaman Masjid Rahmatullah Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Jumat (26/12/2025) 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Peringati 21 Tahun peristiwa Tsunami Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menggelar doa bersama dan zikir akbar yanh dibalut dengan penyantunan anak yatim di Masjid Rahmatullah Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Jumat (26/12/2025).

Kegiatan tersebut diikuti ribuan masyarakat Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk doa bersama untuk mengenang dan mendoakan arwah para korban gempa bumi dan tsunami Aceh 2004, serta bencana banjir dan longsor yang pernah melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan selawat yang dibawakan oleh Ustaz Takdir, qari internasional asal Aceh Besar.

Kegiatan diawali dengan zikir dan doa bersama Bupati Aceh Besar, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar, serta diikuti ribuan jamaah yang hadir.

Baca juga: Kesaksian Syech Muharram: Suara Gemuruh Bak Kapal, Tsunami Datang Melahap Kampung

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah gempa dan tsunami Aceh 2004, serta banjir bandang yang kembali melanda beberapa wilayah Aceh pada 26 November lalu.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah besar yang kita alami, baik tragedi gempa dan tsunami 2004 maupun bencana banjir bandang yang terjadi baru-baru ini di sejumlah wilayah Aceh,” ujarnya.

Sebagai salah satu saksi hidup tsunami 2004, Bupati Muharram Idris turut mengenang fenomena surutnya air laut secara drastis setelah gempa terjadi. 

Ia menyesalkan minimnya edukasi dan pewarisan pengetahuan kebencanaan pada masa itu, yang menyebabkan sebagian masyarakat justru mendekati laut untuk mengambil ikan, tanpa menyadari bahaya gelombang tsunami yang akan datang.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana tsunami itu datang berbaris-baris setelah air laut surut. 

Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua agar pengetahuan tentang kebencanaan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” kenangnya.

Baca juga: 21 Tahun Tsunami Aceh: Kilas Balik Bencana Dahsyat 2004 dan Luka yang Meledak Setelah 20 Tahun

Ia berpesan agar masyarakat Aceh Besar tidak melupakan sejarah dan terus meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam di masa depan.

“Mari kita jangan melupakan sejarah dan apa yang telah terjadi. Mudah-mudahan Aceh Besar dapat bangkit dan sejajar dengan provinsi lain di Indonesia,” tutupnya.

Merawat ingatan masyarakat terhadap bencana 

Sementara itu, Ketua Panitia H. Anwar Ahmad, SE., AK dalam laporannya menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya merawat ingatan seluruh masyarakat terhadap salah satu bencana terbesar dalam sejarah Aceh.

Baca juga: VIDEO - Refleksi 21 Tahun Tsunami, UAS Ajak Masyarakat Aceh Jaga Lingkungan

“Semoga momentum ini menjadi titik kebangkitan Aceh Besar. Peringatan ini mengingatkan kita akan musibah besar yang luar biasa, sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi generasi yang akan datang,” ujar Anwar Ahmad, yang juga mantan Wakil Bupati Aceh Besar periode 2007–2012.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved