Senin, 18 Mei 2026

Kilas Balik Tsunami Aceh 2004

21 Tahun Tsunami Aceh: Kilas Balik Bencana Dahsyat 2004 dan Luka yang Meledak Setelah 20 Tahun

Berdasarkan pengalamannya sebagai praktisi yang menangani korban sejak 2004, ia menemukan bahwa trauma tsunami sering kali bersifat "bom waktu".

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
KOLASE SERAMBINEWS.COM
KILAS BALIK TSUNAMI ACEH - Psikolog Klinis RSUD dr. Zainoel Abidin, Yulia Direzkia, M.Si., Psikolog, mengungkapkan ada sebuah gangguan stres pascatrauma yang muncul terlambat, setelah 20 tahun pasca tsunami. 

SERAMBINEWS.COM - Tanggal 26 Desember tak akan pernah bisa dilepaskan dari ingatan kolektif masyarakat Aceh.

Hari ini, Jumat (26/12/2025), genap 21 tahun sejak bumi berguncang hebat dan Samudra Hindia mengirimkan gelombang maut yang mengubah wajah peradaban di pesisir Aceh.

Namun, peringatan dua dekade lebih satu tahun ini terasa berbeda.

Di tengah hening cipta dan doa bersama, masyarakat Aceh kini justru tengah berjibaku melawan bencana banjir bandang besar yang melanda sejak akhir November 2025.

Detik-detik Saat Bumi Berguncang dan Samudra Mengamuk

Kilasan memori membawa kita kembali pada Minggu pagi, 26 Desember 2004, tepat pukul 07.59 WIB.

Sebelum gelombang maut menghantam, daratan Aceh diguncang gempa bumi bawah laut berkekuatan dahsyat, antara 9,1 hingga 9,3 SR.

Berpusat di lepas pantai barat Sumatra, History.com mencatatnya sebagai salah satu gempa terbesar yang pernah terekam dalam sejarah modern.

Guncangan hebat ini dipicu oleh aktivitas megathrust, sebuah fenomena tektonik di mana lempeng Indo-Australia bertabrakan keras dengan lempeng Eurasia.

Baca juga: Minta Ditetapkan Bencana Nasional, DPRK Aceh Utara Usul Presiden Bentuk Badan Khusus Penanganan

Terjadi di kedalaman 30 kilometer, gempa ini menyebabkan pergeseran dasar laut secara tiba-tiba yang kemudian mendorong volume air laut dalam jumlah masif.

Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan tinggi menuju pesisir.

Di beberapa wilayah Aceh, tinggi gelombang dilaporkan mencapai lebih dari 30 meter, menyapu bersih permukiman, infrastruktur, hingga lahan pertanian.

Mengutip Britannica, skala bencana ini bersifat lintas negara.

Tsunami melintasi Samudra Hindia dan menghantam Sri Lanka, Thailand, India, Maladewa, hingga pesisir timur Afrika.

Ironi di Balik Garis Pantai dan Dampak yang Memilukan

Dampaknya sangat memilukan karena saat itu belum ada sistem peringatan dini yang memadai di kawasan Samudra Hindia.

Banyak warga yang tidak menyadari bahaya besar yang mengintai setelah getaran gempa berhenti.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved