Senin, 27 April 2026

Banjir Landa Aceh

Mobil Tangki BBM Pertamina Berhasil Tempuh Jalur Darat Masuki Takengon

“Sebelumnya, upaya pengiriman BBM dilakukan melalui jalur udara. Kini, alhamdulillah armada Pertamina juga berhasil masuki wilayah Takengon...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Mobil tangki BBM milik Pertamina saat akan menuju wilayah tengah Aceh. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Secara perlahan distribusi BBM ke dataran tinggi Gayo semakin lancar dan mampu membawa BBM ke Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Pada Rabu (24/12/2025), dua mobil tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina berhasil menembus wilayah terisolir tersebut.

BBM jenis Biosolar tiba di SPBU 14.245.499 Takengon serta SPBU 13.245.409 Bener Meriah, setelah melalui 7 jam perjalanan dari Integrated Terminal Pertamina Lhokseumawe.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw mengungkapkan, Pertamina terus berupaya mendistribusikan energi ke wilayah terdampak bencana.

Berbagai jalur coba ditempuh, untuk memasuki wilayah  terisolir akibat terputusnya akses jalan.

“Sebelumnya, upaya pengiriman BBM dilakukan melalui jalur udara. Kini, alhamdulillah armada Pertamina juga berhasil masuki wilayah Takengon dengan jalur darat. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam mengingat kondisi jalur alternatif yang terbatas,” ujar Fahrougi.

BBM berasal dari Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe menuju Takengon serta Bener Meriah, Aceh Tengah.

Pertamina mengerahkan Mobil Tangki berkapasitas 5 KL dan 8 KL, masing-masing untuk distribusi di SPBU 13.245.409 di Kabupaten Bener Meriah dan  SPBU 14.245.499 Takengon, yang berada di Nunang Antara, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

Distribusi perdana melalui jalur darat ini menempuh jalur alternatif Simpang KKA – Bener Meriah – Takengon sejauh 100 km, selama 7 jam perjalanan. Jalur KKA sendiri masih mengaplikasikan sistem buka tutup.

Apabila jalan sedang ditutup, kendaraan dapat menempuh perjalanan memutar sejauh 444 KM selama 12 jam.

Perjalanan mobil tangki juga didampingi  pengawalan dari aparat penegak hukum, untuk memastikan kelancaran distribusi di tengah kondisi jalan yang belum pulih, terdampak bencana.

Baca juga: Akibat Antrean BBM di Suak Raya, Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia

Sebelum berhasil melewati jalur alternatif darat, Pertamina telah masuk ke wilayah Bener Meriah dan Takengon sejak  13 Desember, namun dengan skema distribusi darurat yakni pesawat Air Tractor.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan dan kebutuhan BBM masyarakat di wilayah terdampak bencana dapat terpenuhi secara bertahap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved