Rabu, 3 Juni 2026

Berita Bireuen

Pascabanjir, Petani Jambo Kajeung Bireuen Butuh Pompa Air Agar Bisa Kembali Menanam Padi

Sekitar 35 hektare sawah di Desa Jambo Kajeung, Bireuen rusak tertutup lumpur akibat banjir bandang.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
SAWAH TERTIMBUN LUMPUR - Areal persawahan di Desa Jamboe Kajeung, Kecamatan Kutablang, Bireuen dipenuhi lumpur banjir bandang. Petani berharap bantuan pompa air celup agar mereka bisa kembali menanam padi. Foto direkam, Minggu (28/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Sekitar 35 hektare sawah di Desa Jambo Kajeung, Bireuen rusak tertutup lumpur akibat banjir bandang.
  • Warga kehilangan sumber penghidupan dan berharap bantuan dua unit pompa air celup untuk mengairi sawah.
  • Pompa dianggap sebagai kunci agar petani bisa kembali menanam padi dan memulihkan ekonomi pasca bencana.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Harapan besar kini disampaikan oleh para petani di Desa Jambo Kajeung, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen

Setelah banjir bandang melanda beberapa waktu lalu, sekitar 35 hektare sawah milik warga hancur tertutup lumpur tebal.

Padi yang sebelumnya mulai berisi bulir kini tak lagi terlihat, seolah lenyap ditelan bencana.

Amatan wartawan Serambinews.com, Yusmandin Idris di lapangan menunjukkan, hamparan sawah di desa tersebut kini berubah menjadi lautan lumpur.

Pematang sawah di beberapa titik masih tampak samar, namun sebagian besar batas-batas lahan sudah tidak terlihat lagi.

Kondisi ini membuat para petani kehilangan sumber penghidupan utama mereka.

Baca juga: Di Kuala Ceurape- Bireuen, Banjir Bandang Rusak Puluhan Rumah, Tambak dan Sawah Tertimbun Lumpur

Selain sawah, puluhan rumah warga juga rusak akibat hantaman air bah. 

Banjir bandang datang dari arah Desa Cot Ara, lalu menghantam Jambo Kajeung, dan memaksa seluruh warga untuk mengungsi.

Hingga kini, banyak rumah masih dipenuhi lumpur dan membutuhkan bantuan alat berat untuk pembersihan.

Di tengah keterpurukan ini, Mustafa, Ketua Kelompok Tani Bahagia Desa Jambo Kajeung menyampaikan, harapan mendesak kepada pemerintah dan pihak terkait.

Menurutnya, agar masyarakat bisa segera bangkit, mereka membutuhkan dua unit pompa air celup berukuran 10 inci.

“Sawah masih bisa digarap, sumber air tidak ada. Maka kami sangat mengharapkan bantuan pompa air untuk sawah agar bisa ditanami padi lagi,” ujar Mustafa, Minggu (28/12/2025).

Baca juga: 60 KK di Jambo Kajeung Masih Mengungsi, Butuh Bantuan Alat Berat Bersihkan Lumpur

Pompa tersebut rencananya akan dipasang di aliran Sungai Krueng Peusangan, yang berada di sebelah timur desa. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved