Pemulihan Aceh
Kemendagri Kirim 1.054 Praja IPDN ke Aceh untuk Pulihkan Desa Terdampak Bencana
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan akan mengirim 1.054 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke daerah terdampak
Penulis: Hendri Abik | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Pengiriman praja IPDN tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan pemerintahan desa yang terdampak bencana.
- Praja IPDN akan ditugaskan membantu pembersihan wilayah terdampak sekaligus memulihkan fungsi pemerintahan desa yang lumpuh akibat banjir.
- Aceh Tamiang dan Aceh Utara merupakan wilayah dengan dampak terparah karena banyak desa yang hilang tersapu banjir.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan akan mengirim 1.054 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke daerah terdampak bencana terberat di Sumatera, yakni Aceh Tamiang dan Aceh Utara, pada 3 Januari 2026.
Pengiriman praja IPDN tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan pemerintahan desa yang terdampak bencana.
Hal tersebut disampaikan Tito dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Posko Terpadu Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Tito menjelaskan, praja IPDN akan ditugaskan membantu pembersihan wilayah terdampak sekaligus memulihkan fungsi pemerintahan desa yang lumpuh akibat banjir.
Ia mengungkapkan bahwa Aceh Tamiang dan Aceh Utara merupakan wilayah dengan dampak terparah karena banyak desa yang hilang tersapu banjir.
Baca juga: Pascabanjir, Petani Jambo Kajeung Bireuen Butuh Pompa Air Agar Bisa Kembali Menanam Padi
“Dari total 22 desa yang hilang akibat banjir di tiga provinsi di Sumatera, 13 di antaranya berada di Aceh Tamiang dan Aceh Utara,” ujar Tito.
Selain itu, Tito menyebutkan bahwa dari 1.580 kantor desa yang terdampak di tiga provinsi, sebanyak 1.455 kantor desa berada di Aceh.
Oleh karena itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengambil langkah untuk membangkitkan kembali pemerintahan desa agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera berjalan.
“Tugas praja IPDN ini ada dua. Pertama, membantu pembersihan wilayah terdampak. Kedua, menghidupkan kembali pemerintahan desa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tito menerangkan bahwa penugasan 1.054 praja IPDN tersebut dirancang dengan skema menyerupai kuliah kerja nyata (KKN), sehingga praja dapat bersentuhan langsung dengan realitas sosial masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pemulihan daerah terdampak bencana.
Dalam kesempatan yang sama, Tito juga menegaskan bahwa Kemendagri telah menerjunkan tim untuk memberikan dukungan layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil bagi masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi.
Hal ini dilakukan karena banyak warga kehilangan dokumen kependudukan akibat banjir dan longsor.
Hingga saat ini, Tim Dukcapil Kemendagri telah merestorasi 63.230 dokumen kependudukan, yang terdiri atas KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan akta kematian.
“Sejak 25 November, kami telah mengirimkan sembilan tim Dukcapil, masing-masing tiga tim di setiap daerah. Dari hasil pemantauan, terdapat tiga daerah yang layanan Dukcapilnya tidak berjalan, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa. Seluruh layanan ini tidak dipungut biaya atau gratis bagi masyarakat,” tutur Tito.
| SMAN 1 Peulimbang Direvitalisasi, Siswa Belajar Sementara di SMPN 1 Peulimbang |
|
|---|
| Kutip Hadih Maja, Safrizal Ajak Aceh Bangun Harmoni dengan Alam |
|
|---|
| Kunjungi Pidie Jaya, Wamen Diktisaintek Apresiasi Dampak Nyata Pengabdian USK di Kawasan Bencana |
|
|---|
| Jembatan Apung Kepala Hiu Peusangan Beroperasi, Menghubungkan Pante Lhong dengan Pante Baro Kumbang |
|
|---|
| Fasilitas Olahraga Rusak Dihantam Banjir, Aceh Tamiang Gagal Jadi Tuan Rumah Event Bergengsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mendagri-Tito-Karnavian-di-Lanud-Halim-Perdanakusuma-Jakarta-Jumat-19122025.jpg)