Jumat, 22 Mei 2026

Pemulihan Aceh

Cuaca Ekstrem dan Badan Jalan yang Tergerus Sungai jadi Tantangan Distribusi Logistik di Gayo Lues

Penyaluran bantuan beras bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues terus dikebut sejak bencana menerjang wilayah

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
Gayo Lues diterjang banjir bandang disertai longsor besar yang memutus total akses menuju enam kecamatan. 

Ringkasan Berita:
  • Beras menjadi komoditas terbesar dalam distribusi bantuan karena jalur distribusi pangan masyarakat sempat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor di berbagai titik.
  • BPBD mencatat, bantuan telah menjangkau 11 kecamatan terdampak, dengan alokasi yang disesuaikan tingkat kerusakan, jumlah warga terdampak, serta keterisolasian wilayah.
  • Dari data resmi BPBD, Kecamatan Pining menjadi penerima alokasi beras terbesar, yakni 42.158 kilogram. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami I Gayo Lues 

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Kepala BPBD Gayo Lues, Muhaimini, ST melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Saleh, M.ST., S.E., mengatakan pendistribusian logistik terus dievaluasi setiap hari. 

Dia menyebut tantangan utama di lapangan adalah cuaca ekstrem, badan jalan yang tergerus sungai, serta beberapa jembatan yang masih belum dapat dilalui kendaraan angkut.

“Kondisi tersebut membuat distribusi ke wilayah tertentu harus dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu lebih lama. Namun prinsipnya, tidak ada wilayah terdampak yang kami lewatkan,” kata Muhammad Saleh.

Selain beras, BPBD juga menyalurkan berbagai bantuan lain seperti mi instan, minyak goreng, gula pasir, air mineral, lauk siap saji, paket sembako dari BNPB dan lembaga kemanusiaan, perlengkapan kebersihan, pakaian layak pakai, selimut, tenda, hingga obat-obatan dan layanan kesehatan. Keterlibatan TNI, relawan, dan Dinas Kesehatan turut mempercepat penjangkauan wilayah-wilayah sulit.

BPBD Gayo Lues memastikan data distribusi akan terus diperbarui sebagai bentuk transparansi dan dasar perencanaan kebijakan pada tahap tanggap darurat hingga pemulihan. Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah pegunungan, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.

Pemulihan pascabencana, ujar BPBD, tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari ketepatan sasaran, jangkauan wilayah terisolasi, dan keberlanjutan dukungan hingga aktivitas masyarakat kembali normal.

Sementara itu, penyaluran bantuan beras bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues terus dikebut sejak bencana menerjang wilayah itu pada akhir November 2025. 

Berdasarkan rekapitulasi logistik dari BPBD Gayo Lues, hingga Minggu (28/12/2025) pukul 18.00 WIB, total beras yang telah disalurkan melalui Posko Bale Musara mencapai 179.161 kilogram atau sekitar 179 ton.

Beras menjadi komoditas terbesar dalam distribusi bantuan karena jalur distribusi pangan masyarakat sempat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor di berbagai titik. 

BPBD mencatat, bantuan telah menjangkau 11 kecamatan terdampak, dengan alokasi yang disesuaikan tingkat kerusakan, jumlah warga terdampak, serta keterisolasian wilayah.

Dari data resmi BPBD, Kecamatan Pining menjadi penerima alokasi beras terbesar, yakni 42.158 kilogram. 

Besarnya distribusi mencerminkan tingginya dampak kerusakan di wilayah tersebut, termasuk banyaknya kampung terisolasi akibat jalan dan jembatan yang rusak. 

Penyaluran ke Pining dilakukan bertahap dengan bantuan alat berat dan pengangkutan manual di sejumlah titik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved