Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Berita Banda Aceh

Sepanjang 2025, BNNP Aceh Amankan 250 Kg Sabu yang Libatkan Jaringan Internasional

Katanya, masuknya sabu ke Aceh masih didominasi penyelundupan dari Malaysia dan Thailand. Modusnya dengan menggunakan kapal kecil dan dipasok...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/ Muhammad Nasir
BERI KETERANGAN - Kepala BNNP Aceh, Kombes Pol Dr Dedy Tabrani S.I.K., M.Si yang didampingi Kabid Pemberantasan & Intelijen Kombes.Pol. Hairajadi, dan Kabag Umum Hasnanda Putra, saat memberi keterangan dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025) di Gedung BNNP Aceh. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sepanjang tahun 2025, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh berhasil mengamankan 250 kg sabu-sabu dari berbagai kasus pengungkapan.

Jumlah itu merupakan yang terbanyak diantara BNNP se-Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BNNP Aceh, Kombes Pol Dr Dedy Tabrani SIK MSi yang didampingi Kabid Pemberantasan & Intelijen Kombes Pol Hairajadi, dan Kabag Umum Hasnanda Putra, dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025) di Gedung BNNP Aceh.

Dedy Tabrani menjelaskan, selain sabu, selama operasi sepanjang tahun ini, petugas BNNP Aceh juga berhasil mengamankan 243 kilogram ganja dan 299 ribu butir pil ekstasi.

Pengungkapan pil ekstasi di Aceh juga menjadi yang terbesar di Indonesia.

“Sepanjang tahun 2025, kami berhasil mengungkapkan 22 laporan kasus tindak pidana narkotika dengan 31 berkas tersangka yang diamankan,”ujarnya.

Baca juga: BNN Dalami Kaitan Gembong Narkoba Dewi Astutik dengan Fredy Pratama

Katanya, masuknya sabu ke Aceh masih didominasi penyelundupan dari Malaysia dan Thailand.

Modusnya dengan menggunakan kapal kecil dan dipasok ke jalur-jalur tikus yang ada di sepanjang pesisir utara dan timur Aceh.

Menurutnya, selama ini banyak sabu hanya bersifat transit di Aceh, untuk dibawa ke berbagai provinsi lainnya di seluruh Indonesia.

Begitu juga dengan ekstasi, yang memang tidak memiliki pasar di Aceh.

Kombes Dedy menjelaskan, BNNPAceh terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Hal ini dilakukan di tengah dinamika ancaman narkotika yang semakin kompleks, ditandai dengan berkembangnya modus operandi peredaran, munculnya narkotika jenis baru (New Psychoactive Substances/NPS), serta jaringan kejahatan narkotika yang semakin terorganisir dan adaptif.

Selain penindakan di hilir, BNNP Aceh juga melakukan pemutusan rantai pasok narkotika dari hulu melalui eradikasi ladang ganja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved