Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Timur

Xtrim Langsa Tembus Desa Terisolir Ranto Panjang Bedari Aceh Timur Demi Antarkan Bantuan Pascabanjir

Komunitas offroad Xtrim Langsa menembus jalur ekstrem menuju Desa Rantau Panjang Bedari, Aceh Timur, untuk menyalurkan bantuan pascabanjir.

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Zubir
DITARIK SLING - Mobil jeep 4x4 Tim.Xtrim Langsa ditarik sling saat mendaki jalan telah lama tak terpakai di Bukit Dinding untuk bisa menuju Desa Rantau Panjang Bedari, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur yang kini masih terisolir. 

Ringkasan Berita:
  • Komunitas offroad Xtrim Langsa menembus jalur ekstrem menuju Desa Rantau Panjang Bedari, Aceh Timur, untuk menyalurkan bantuan pascabanjir.
  • Perjalanan penuh rintangan melewati longsor, jalan berlumpur, dan jembatan darurat demi membawa sembako bagi warga.
  • Sekitar 60 rumah rusak atau hanyut, warga kini tinggal di tenda darurat dan berharap dukungan pemerintah.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpng Jernih, Aceh Timur juga tidak luput dari kerusakan berat, ekses bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh umumnya.

Puluhan rumah penduduk dari 183 rumah di desa yang berada diantara hulu Sungai Lokop, Aceh Timur dan Aceh Tamiang ini, pada tanggal 26 November 2025 lalu, rusak dan hanyut disapu air besar disertai kayu tumbang. 

Pascabanjir besar itu, desa di pedalaman Aceh Timur tersebut sedikit tersorot keluar, karena berada terpencil dan jauh dari permukiman penduduk desa-desa lainnya. 

Selama ini, mereka mengakses jalur sungai dengan perahu motor untuk menuju Kuala Simpang Aceh Tamiang karena jaraknya lebih dekat.

Dibandingkan harus menuju ke Kabupaten Aceh Timur, baik ke wilayah Kota Pereulak atau Pusat Pemerintahan, di Idi. 

Komunitas pecinta mobil offroad dari Xtrim Langsa, Sabtu (27/12/2025), coba menembus Desa Rantao Panjang atau lebih dikenal dengan sebutan Rantau Panjang Bedari ini melalui jalur darat.

Untuk menuju desa terpencil penghasil nilam dan walet ini, Tim Xtrim Langsa harus masuk melalui kawasan Blang Tualang, berawal dari Keude Birem, Aceh Timur.  

Usai melewati perkebunan kelapa sawit PTPN IV Reg VI Langsa Tualang sawit itu, berapa unit jeep 4x4 Xtrim masuk kembali ke kawasan perkebunan kelapa sawit PT 66.

Baca juga: Pakai Perahu, Tim Dinkes Nagan Raya Terobos Desa Terisolir Banjir Bandang

Setelah melewati kawasan Camp Badak FKL, selanjutnya tim harus naik menuju bukit dinding berbatu cadas terjal yang mengalami longsor cukup parah. 

Di bukit dikenal cukup sulit dilewati kendaraan apapun dan berada di ketinggian sekitar 2.000 di atas permukaan laut itu, tim terjebak hampir 4 jam lamanya.

Selama itu, unit jeep yang membawa penuh muatan bantuan sembako untuk disalurkan ke warga Desa Ranto Panjang Bedari ini harus bekerja extra.

Agar bisa dilewati dan mengelak longsor yang telah menutupi badan jalan di lereng bukit dinding ini, tim hsrus membuka jalur lain yang lebih tinggi. 

Berbekal tenaga mesin dibantu wich, akhirnya 2 unit jeep tim Xtrim dari Langsa ini lolos dari bukit dinding tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved