Kamis, 4 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Pasca 35 Hari Banjir, Mendagri Baru Lihat Dampak Kehancuran Banjir Bandang di Aceh Utara

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian akhirnya turun dan meninjau langsung salah satu desa terparah terdampak banjir yaitu Gampong

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/dok pemkab aceh utara
LIHAT DESA TERDAMPAK - Mendagri Muhammad Tito Karnavian akhirnya turun dan meninjau langsung salah satu desa terparah terdampak banjir yaitu Gampong Geudumbak Langkahan, Aceh Utara Selasa (30/12/2025).  

Ringkasan Berita:
  • Kunjungan Tito ke Aceh Utara bertepatan 35 hari banjir bandang terjadi meninggalkan jejak kehancuran yang hingga kini masih membekas.
  • Dinding rumah warga dipenuhi lumpur yang mengering, sementara kayu gelondongan menumpuk di badan sungai yang berubah fungsi menjadi jalur amukan air bah.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin l Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian akhirnya turun dan meninjau langsung salah satu desa terparah terdampak banjir yaitu Gampong Geudumbak Langkahan, Aceh Utara Selasa (30/12/2025).

Mendagri sehari sebelumnya sudah diagendakan berkunjung ke Aceh Utara, tapi tertunda akibat kesibukan nasional yang mendesak

Kunjungan Tito ke Aceh Utara bertepatan 35 hari banjir bandang terjadi meninggalkan jejak kehancuran yang hingga kini masih membekas.

Dinding rumah warga dipenuhi lumpur yang mengering, sementara kayu gelondongan menumpuk di badan sungai yang berubah fungsi menjadi jalur amukan air bah.

Dalam kunjungan itu Menteri Tito didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil serta Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali SE MM bersama jajaran BNPB, dan unsur Forkopimda.

Mendagri menyusuri titik-titik paling terdampak.

Sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan keluhan langsung dari rusaknya rumah, sawah yang gagal tanam, hingga akses jalan yang terputus.

Di hadapan wartawan, Tito Karnavian menyatakan banjir Aceh Utara tergolong ekstrem.

Baca juga: Tito Karnavian Minta Pembersihan Lumpur Dipercepat

Ketinggian air, menurutnya, bahkan mencapai atap rumah warga.

Tak hanya permukiman yang rusak, jaringan irigasi pertanian pun lumpuh, memperparah kerentanan ekonomi masyarakat pascabencana.

Menanggapi banyaknya kayu besar yang terbawa arus banjir, Mendagri meminta semua pihak tidak berspekulasi.

Ia menegaskan, penilaian harus didasarkan pada data lapangan yang objektif, mengingat kekuatan arus banjir bandang mampu mencabut pohon-pohon besar sekaligus akarnya.

Pemerintah pusat, kata Tito, berkomitmen memastikan negara hadir bagi warga terdampak.

BNPB telah menyalurkan bantuan darurat dan menyiapkan tenda pengungsian, sembari mendorong percepatan pemulihan di wilayah terdampak.

Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi menyampaikan, pembangunan hunian sementara akan segera direalisasikan.

Pendataan kerusakan rumah warga telah dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan.(*)

Teks Foto

 


Foto Dok Pemkab Aceh Utara 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved