Senin, 11 Mei 2026

Banda Aceh

Budi Syaiful Resmi Jadi Ketua DPD IHGMA Aceh 2025-2028

Budi Syaiful resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian Hotel General Manager Association...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
IHGMA - Ketua DPD IHGMA Aceh, Budi Syaiful. 

 

Ringkasan Berita:
  • Budi Syaiful resmi dilantik sebagai Ketua DPD IHGMA Aceh periode 2025–2028 di Hermes Palace Hotel Banda Aceh.
  • Ia menegaskan peran General Manager bukan hanya mengelola operasional, tetapi menjaga budaya kerja, standar pelayanan, dan kesinambungan bisnis hotel.
  • Budi optimistis kepemimpinan GM yang profesional, kreatif, dan adaptif akan mendorong daya saing industri perhotelan Aceh.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Budi Syaiful resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Aceh periode 2025–2028, dan dikukuhkan bersama pengurus lainnya, di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Rabu (17/12/2025).

Budi yang juga General Manager (GM) Hermes Palace Hotel Banda Aceh itu menekankan pentingnya peran GM dalam menjaga keberlangsungan dan kesuksesan sebuah hotel. Menurutnya, GM bukan hanya pemimpin operasional, tetapi juga motor penggerak budaya kerja, pelayanan prima, dan kesinambungan bisnis.

“Ketika saya tidak lagi berada di sana, hotel harus tetap berjalan dengan standar, nilai, dan semangat pelayanan yang sama—itulah legacy yang sesungguhnya dari seorang GM,” ucap Budi.

Dia menjelaskan, keberhasilan hotel tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan modal, tetapi lebih pada kualitas pengelolaan yang dijalankan oleh GM. Seorang GM harus memiliki pengalaman panjang, kemampuan adaptasi tinggi, serta kepemimpinan yang kuat untuk menghadapi dinamika pasar dan kebutuhan tamu.

Baca juga: Sepanjang 2025, Polresta Banda Aceh Sita Barang Bukti 11,4 Kg Sabu

GM juga dituntut mampu menerjemahkan visi besar pemilik hotel menjadi program kerja yang realistis dan terukur. Ia harus memahami apa yang ideal secara bisnis dan apa yang mungkin secara operasional, sehingga hotel dapat berjalan stabil tanpa mengorbankan kualitas maupun sumber daya. “Suatu keuntungan besar apabila memiliki seorang GM yang kreatif, inovatif dan memiliki pemikiran out of the box,” ucap Budi. 

Dengan kepemimpinan yang profesional dan adaptif, Budi optimis industri perhotelan Aceh akan semakin kompetitif dan mampu menjawab tantangan zaman. “Kesuksesan seorang GM tidak hanya diukur dari okupansi kamar, tetapi juga dari pengaruh positifnya terhadap tim dan komunitas industri,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved