Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Wilayah Pesisir Aceh Tamiang Banjir Lagi Akibat Air Sungai Meluap

Genangan air ini disebabkan air sungai Aceh Tamiang yang meluap sejak Kamis (1/1/2026) petang kemarin.

|
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Safriadi Syahbuddin
Serambinews.com/HO
BANJIR - Kondisi rumah di Kampung Balai, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang mulai tergenang banjir pada Selasa (25/11/2025) malam. Rumah warga banjir lagi pada Kamis (1/1/2026) dan hingga Jumat (2/1/2026) masih ada rumah yang terendam. 

 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah kampung di wilayah pesisir Aceh Tamiang kembali dilanda banjir akibat air sungai yang meluap sejak Kamis (1/1/2026) petang kemarin.
  • Sampai Jumat (2/1/2026) siang air mulai surut, tapi masih ada masih rumah warga tergenang.
  • Banjir ini merupakan banjir susulan setelah kampung mereka rusak akibat banjir pertama pada 26 November 2025.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sejumlah kampung di wilayah pesisir Aceh Tamiang kembali dilanda banjir.

Genangan air ini disebabkan air sungai yang meluap sejak Kamis (1/1/2026) petang kemarin.

"Siang ini mulai surut, tapi beberapa rumah masih tergenang," kata Muhammad Daud, tokoh pemuda di Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Jumat (2/1/2026).

Dijelaskannya banjir ini merupakan susulan setelah kampung mereka rusak akibat banjir pertama pada 26 November 2025. Banjir pertama itu menyebabkan tanggul di Kampung Raja rusak.

"Banjir pertama itu banyak tanggul rusak, sampai sekarang belum ada perbaikan," kata Daud.

Tanggul yang jebol berada di jalan penghubung Kecamatan Bendahara dengan Kecamatan Seruway, persisinya di Kampung Raja.

Sejauh ini dampak banjir sudah melebar ke dua kampung, Lubukbatil dan Marlempang. Dikhawatirkan bila intensitas hujan kembali tinggi dan belum ada perbaikan, maka sebaran banjir dikhawatirkan akan lebih besar. 

"Apabila intensitas hujan di wilayah hulu tinggi mengakibat kampung-kampung yang di Kecamatan Bendahara bisa terendam kembali, bahkan bisa melebar sampai kecamatan lainnya," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Serma Edi Ke Danrem Lilawangsa, Istri dan Ketiga Anaknya Tertimbun Longsor di Aceh Tamiang

Potensi bencana lebih besar ini diharapkan warga segera diatasi pemerintah dengan cepat. Warga sangat terpukul karena dihantam banjir secara beruntun.

Dalam lima tahun terakhir, sejumlah kawasan pesisir memang kerap langganan banjir. Banjir kiriman dari hulu membuat sektor pertanian yang menjadi andalan penduduk rusak.

"Kami berharap pemerintah segera perbaiki seraya bermunajat kepada Allah SWT supaya semua masyarakat kuat dan tabah," ujarnya lirih.

Data Dampak Bencana Aceh Tamiang:

  • Korban Meninggal Dunia: 101 jiwa
  • Korban Hilang: -
  • Jumlah Pengungsi: 115 ribu
  • Rumah Rusak Berat: 10.803 unit
  • Rumah Rusak Sedang: 4.082 unit
  • Rumah Rusak Ringan: 7.492 unit
  • Rumah Ibadah Rusak: 285 unit
  • Fasilitas Kesehatan Rusak: 4 unit

Kondisi Aceh Tamiang

Seperti diketahui, banjir besar membawa lumpur tebal di penghujung tahun 2025 ini memporanda-porandakan wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved