Banjir Landa Aceh
Sebulan Usai Banjir, 5.336 Jiwa Masyarakat Aceh Timur Masih Mengungsi
Data terbaru diterima Serambinews.com, dari posko komando tanggal darurat Idi Rayeuk, pada Sabtu (03/12/2025), mencatat 5.33 jiwa dari 1.460 KK...
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Sebulan pasca bencana hidrometereologi, banjir bandang yang menimpa Aceh Timur, sebanyak 5.336 jiwa masih mengungsi akibat kehilangan rumah terbawa arus banjir.
Data terbaru diterima Serambinews.com, dari posko komando tanggal darurat Idi Rayeuk, pada Sabtu (03/12/2025), mencatat 5.33 jiwa dari 1.460 kepala Keluarga (KK) telah masih mengungsi di 35 titik.
Banjir yang menerjang Aceh Timur pada 26 November 2025 lalu, mencatat ada 290.582 jiwa terdampak dan 57 korban jiwa meninggal dunia sejauh ini.
Banjir ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastuktur yang ada di beberapa Kecamatan dalam wilayah Aceh Timur.
Banyak dari pengungsi kehilangan rumah dan harga benda serta kehilangan pekerjaannya akibat banjir bandang ini.
Kerusakan infrastruktur dan sektor ekonomi bahkan mencapai angka fantastis menembus Rp 7,20 triliun.
Baca juga: Tangisan Pengungsi Langkahan di Hadapan Ketua PP Aceh Utara: Kami Butuh Segera Hunian Sementara
Meliputi beberapa sektor terdiri dari:
1. Sektor perikanan mengalami kerusakan dan kerugian mencapai Rp 2,64 triliun
2. Lahan pertanian rusak mencapai 8.858 hektare
3. Kerugian di sektor pangan dan ekonomi Rp 21.5iliar
Sementara itu 22.347 unit rumah rusak, meliputi 4.640 unit rusak berat, 5.458 rusak sedang dan 12.239 rusak ringan.
Infrastruktur publik rusak berat meliputi 24 kecamatan dan 444 gampong.
Hingga saat ini, masih banyak titik kerusakan fasilitas umum seperti jembatan, dan akses jalan yang putus akibat longsor dan dihantam banjir bandang, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur masih terus bekerja membersihkan jalur akses agar transportasi mudah.
Masyarakat di Aceh Timur saat ini juga masih membutuhkan beberapa kebutuhan mendesak di tenda pengungsiana, seperti bahan makanan pokok, susu anak, serta popok bayi.
Masyarakat juga masih kesulitan mencari air bersih.
Oleh karena itu, di beberapa titik pengungsi dibutuhkan mobil tangki atau tandon air.
Para wanita di kamp pengungsian juga membutuhkan pembalut, obat-obatan dan peralatan medis.(*)
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tenda-pengungsian-korban-banjir-Aceh-Timur-dihuni-oleh-perempuan-anak.jpg)