Kesehatan
Pengamat: Dinkes Agara dan BBPOM Harus Awasi Depot Air Isi Ulang
Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman, MKes, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tenggara bersama Balai Besar Pengawas Obat dan
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Pengawasan perlu diperketat di setiap kecamatan mengingat air isi ulang kini menjadi pilihan praktis masyarakat dan langsung dikonsumsi tanpa proses pemasakan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun mengonsumsi air tersebut, sehingga mutu dan keamanannya harus benar-benar terjamin.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman, MKes, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tenggara bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh untuk melakukan pengawasan rutin dan berkala terhadap depot air minum isi ulang, khususnya yang berada di wilayah pedesaan.
Menurut Nasrul Zaman, pengawasan tersebut penting untuk memastikan air minum isi ulang yang beredar benar-benar layak konsumsi. Ia menegaskan, sumber air harus berkualitas, telah melalui uji laboratorium secara berkala, serta didukung kebersihan tempat dan peralatan sesuai standar kesehatan.
“Dinkes Agara bersama BBPOM harus memastikan air minum isi ulang aman dikonsumsi, higienis, dan memenuhi standar kesehatan,” kata Nasrul Zaman yang juga tokoh masyarakat Aceh Tenggara kepada Serambinews.com, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Dari Air Parit ke Air Bersih, Bantuan Pertamina Bangkitkan Harapan Warga Aceh Tamiang
Ia menambahkan, pengawasan perlu diperketat di setiap kecamatan mengingat air isi ulang kini menjadi pilihan praktis masyarakat dan langsung dikonsumsi tanpa proses pemasakan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun mengonsumsi air tersebut, sehingga mutu dan keamanannya harus benar-benar terjamin.
“Air isi ulang ini langsung diminum oleh masyarakat. Jika tidak memenuhi standar, tentu berisiko terhadap kesehatan,” ujarnya.
Nasrul Zaman berharap Dinkes Agara dan BBPOM Aceh dapat berkoordinasi secara intensif dengan puskesmas kecamatan dalam melakukan pengawasan. Apalagi, seiring perkembangan zaman, usaha depot air isi ulang semakin menjamur karena dinilai praktis dan menjanjikan secara ekonomi.
“Pengawasan yang maksimal sangat dibutuhkan agar masyarakat terlindungi dan tidak dirugikan,” tegasnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, Rosita Astuti, mengatakan hingga saat ini terdapat tujuh depot air isi ulang yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan Dinkes Aceh Tenggara. Adapun depot lainnya masih dalam proses pengurusan sertifikat.
“Pengawasan terus kami lakukan bersama BBPOM Aceh,” pungkasnya. (*)
| 10 Jus Penurun Gula Darah yang Baik Dikonsumsi Rutin, dari Apel hingga Buah Naga |
|
|---|
| Atasi Batuk Secara Alami, Ini Khasiat Jahe untuk Tenggorokan dan Saluran Pernapasan |
|
|---|
| 6 Vitamin Dianjurkan dr Zaidul Akbar Dibawa saat Haji, Bantu Stamina di Tengah Panas Tanah Suci |
|
|---|
| 7 Penyebab Sembelit yang Sering Diabaikan, Dari Kurang Serat hingga Kebiasaan Sepele |
|
|---|
| 5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Perut Kosong, Bisa Picu Perih hingga Mual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/air-oikmkl.jpg)