Pemulihan Pascabanjir

Dua Pekan Pascabanjir, Pertamina Bantu Warga Aceh Tamiang Akses Air Bersih

Dua pekan pascabencana banjir bandang, persoalan air bersih masih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
angkapan Layar YouTube ABC News
SALURKAN AIR - Pertamina menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah Kebun Tanah Kerban, Karang Baru, Aceh tamiang, Aceh, Kamis, (1/01/2026). 

Ringkasan Berita:
  • VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Pertamina Peduli karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
  • Sejak 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih kepada warga Aceh Tamiang. Distribusi dilakukan secara bergilir menggunakan 191 unit mobil tangki ke sejumlah wilayah terdampak.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dua pekan pascabencana banjir bandang, persoalan air bersih masih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang.

Sebagian besar sumber air masyarakat tercemar lumpur, sehingga tidak layak digunakan untuk konsumsi maupun sanitasi.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru. 

Selama beberapa waktu pascabencana, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Petani Aceh Timur Diterkam Buaya Saat Pulang Meladang, Perahu Terbalik

Namun kondisi itu kini mulai berubah. Sejak bantuan air bersih dari Pertamina Peduli disalurkan, Yanti kembali dapat mengakses air bersih yang didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.

Mobil tangki Pertamina Peduli berkeliling dari rumah ke rumah, menyalurkan air bersih yang kemudian ditampung warga menggunakan jerigen maupun ember.

“Sangat membantulah air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Air bersih baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, dan kami benar-benar terbantu,” ujar Yanti.

Hal serupa disampaikan Putera, warga setempat. Ia menggambarkan kondisi air sebelum bantuan datang sangat memprihatinkan. Air parit bercampur lumpur harus disaring terlebih dahulu sebelum digunakan, meski kualitasnya jauh dari layak.

“Kalau kami menyebut air parit itu air cappuccino, karena warnanya seperti cappuccino. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina kasih air masuk, alhamdulillah sekarang sudah bisa dipakai untuk semua keperluan. Kami sangat bersyukur,” katanya.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Pertamina Peduli karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Sejak 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih kepada warga Aceh Tamiang. Distribusi dilakukan secara bergilir menggunakan 191 unit mobil tangki ke sejumlah wilayah terdampak.

“Permasalahan air bersih masih dihadapi masyarakat. Karena itu, kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga secara bertahap memulihkan sumber air warga agar akses air bersih dapat tersedia secara berkelanjutan,” ujar Baron.

Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Peduli berkolaborasi dengan Wanadri dan TNI untuk mereaktivasi sumur-sumur warga. Hingga kini, sebanyak 12 sumur telah berhasil diaktifkan kembali di berbagai titik di Kabupaten Aceh Tamiang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved