Banjir Landa Aceh
Menteri Pertahanan Tinjau Dampak Kerusakan Sungai Tamiang Gunakan Speed Boat
Peninjauan ini difokuskan pada kerusakan lingkungan serta sedimentasi muara sungai yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoediin, menyusuri Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, menggunakan speed boat, Minggu (4/1/2026).
- Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung dampak kerusakan sungai pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
- Peninjauan ini difokuskan pada kerusakan lingkungan serta sedimentasi muara sungai yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menyusuri Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, menggunakan speed boat, Minggu (4/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung dampak kerusakan sungai pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Sjafrie tiba di Aceh Tamiang menggunakan helikopter yang mendarat di lapangan belakang Kantor Camat Seruway.
Setibanya di lokasi, ia disambut dan didampingi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang, di antaranya Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo dan Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kualapenaga dengan menggunakan speed boat untuk meninjau kondisi sungai dan muara secara langsung.
Peninjauan ini difokuskan pada kerusakan lingkungan serta sedimentasi muara sungai yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Baca juga: Alat Berat Bantuan Polri Buka Akses Jalan dan Lanjutkan Pembuatan Parit di Pedalaman Aceh Utara
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, yang turut mendampingi Menteri Pertahanan, mengatakan bahwa persoalan Sungai Tamiang menjadi agenda penting pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan bencana.
Menurutnya, pembenahan muara sungai harus segera dilakukan mengingat kondisinya yang sudah tidak sesuai dengan fungsi semestinya.
“Kunjungan ini selain untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat, juga untuk melihat langsung kondisi muara. Pemerintah pusat sedang menyiapkan program normalisasi sungai,” ujar Fadlon.
Ia menjelaskan, kondisi muara Sungai Tamiang sejak lama menjadi sorotan akibat penyempitan dan kerusakan lingkungan.
Maraknya perkebunan kelapa sawit yang berada di sempadan sungai dinilai menjadi ancaman serius terhadap kelestarian alam dan memperparah risiko banjir.
Baca juga: Korban Bencana Banjir Aceh Terus Bertambah: Meninggal Capai 542 Jiwa, 31 Orang Masih Hilang
Selain itu, Fadlon juga meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi tanggul sungai yang saat ini dinilai sudah sangat kritis.
Menurutnya, pembenahan tanggul harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.
“Masyarakat sangat dirugikan. Kebun dan sawah mereka sering rusak akibat banjir, sehingga ekonomi warga menjadi hancur,” pungkasnya.(*)
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Menteri-Pertahanan-Sjafrie-Sjamsoeddin-bersama-Ketua-DPRK-Aceh-Tamiang.jpg)