Sungai Meluap
Sungai Lokop Aceh Timur Kembali Meluap, Jalan Tualang–Lokop Putus Lagi
Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Timur menyebabkan Sungai Lokop kembali meluap. Luapan air tersebut mengakibatkan jalan penghubung
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Putusnya akses tersebut membuat aktivitas dan mobilitas warga terganggu. Sejumlah warga yang berada di Tualang tidak dapat melintas menuju Lokop.
- Saat ini, kondisi air mulai berangsur surut. Namun, jalan darurat yang dibuat warga dengan timbunan pasir dalam karung telah tersapu air, sehingga masyarakat bersama muspika setempat kembali membuka jalur alternatif agar tetap bisa dilalui.
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Timur menyebabkan Sungai Lokop kembali meluap.
Luapan air tersebut mengakibatkan jalan penghubung Tualang–Lokop kembali terputus, Senin (5/1/2026).
Salah seorang warga setempat, Syarif Husin, mengatakan air sungai mulai naik sejak Minggu malam akibat luapan aliran dari kawasan Terujak–Nalon. Akibatnya, jalan darurat yang sebelumnya telah diperbaiki kembali rusak.
Baca juga: 165 KK Warga Alue Limeng Masih Mengungsi, 47 Rumah Hanyut
“Air naik tadi malam. Tidak sampai ke permukiman, hanya merendam jalan. Karena kemarin ditimbun pasir untuk jalan darurat, kini terputus lagi,” ujar Syarif saat dikonfirmasi Serambi.
Putusnya akses tersebut membuat aktivitas dan mobilitas warga terganggu. Sejumlah warga yang berada di Tualang tidak dapat melintas menuju Lokop.
Saat ini, kondisi air mulai berangsur surut. Namun, jalan darurat yang dibuat warga dengan timbunan pasir dalam karung telah tersapu air, sehingga masyarakat bersama muspika setempat kembali membuka jalur alternatif agar tetap bisa dilalui.
“Banjir sudah surut. Mudah-mudahan tidak hujan deras lagi supaya jalan bisa kembali ditimbun,” kata Syarif.
Ia menambahkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jalan. Sebelumnya, jalan darurat dibuat karena tanah masih berlumpur sehingga belum memungkinkan dilakukan penimbunan permanen.
Sementara itu, warga lainnya, Bukhari, menyebutkan debit air Sungai Lokop saat ini masih lebih tinggi sekitar 4–5 sentimeter dari kondisi normal. Warga bersama pihak kecamatan terus memantau perkembangan situasi.
“Debit air memang sedikit lebih tinggi dari biasanya. Kami terus memantau dan melaporkan kondisi terkini,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sungai-iu9ijkl.jpg)