Banjir Landa Aceh
165 KK Warga Alue Limeng Masih Mengungsi, 47 Rumah Hanyut
Sebanyak 165 kepala keluarga (KK) atau 615 jiwa warga Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, hingga Minggu (4/1/2025) masih
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan parah, di antaranya kantor keuchik, gedung serbaguna, jembatan gantung, serta jembatan rangka baja.
- Kerusakan juga terjadi pada meunasah di Dusun Likot Apui, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Alue Limeng di mana fasilitas WC sudah jatuh ke sungai dan jarak gedung sekolah dengan tebing sungai yang tergerus banjir semakin dekat.
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 165 kepala keluarga (KK) atau 615 jiwa warga Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, hingga Minggu (4/1/2025) masih mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut.
Para pengungsi tersebar di meunasah, tenda darurat, serta di sekitar rumah keluarga dan lokasi aman lainnya. Dalam musibah ini, sebanyak 47 unit rumah dilaporkan hilang dan ambruk menjadi aliran sungai, sementara belasan rumah lainnya terancam ambruk akibat abrasi.
Informasi tersebut disampaikan Keuchik Alue Limeng, Syukri AR (55), didampingi Kasi Pembangunan Sulaiman (49) dan Kepala Dusun Likot Apui Ridwan (39), kepada Serambinews.com, Minggu (4/1/2025).
Pantauan Serambinews.com menunjukkan kawasan meunasah masih dipenuhi pengungsi. Aliran Sungai Krueng Peusangan di wilayah tersebut kini melebar, bahkan sejumlah lokasi bekas permukiman warga telah berubah menjadi aliran sungai.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan parah, di antaranya kantor keuchik, gedung serbaguna, jembatan gantung, serta jembatan rangka baja Alue Limeng yang menghubungkan Kecamatan Jeumpa dengan Simpang Jaya, Teupin Mane (Kecamatan Juli) hingga tembus ke Jalan Nasional Bireuen–Takengon Km 11. Beberapa di antaranya dilaporkan rusak dan putus.
Kerusakan juga terjadi pada meunasah di Dusun Likot Apui, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Alue Limeng di mana fasilitas WC sudah jatuh ke sungai dan jarak gedung sekolah dengan tebing sungai yang tergerus banjir semakin dekat. Selain itu, gedung pertanian dilaporkan hilang menjadi aliran sungai, sementara gedung Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) terancam ambruk.
Tak hanya itu, sekitar 1.200 meter area pemakaman warga terdampak longsor. Beberapa hari setelah banjir, warga terpaksa memindahkan sekitar 15 jasad ke lahan wakaf yang lebih aman dan jauh dari tepian sungai.
Baca juga: Cuaca Lhokseumawe Terik, BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Wilayah Aceh Tiga Hari ke Depan
“Tiga unit jembatan di Dusun Likot Apui juga rusak. Jalan utama dari Gampong Alue Limeng menuju Salah Sirong Jaya sepanjang sekitar dua kilometer putus total,” ujar Ridwan.
Untuk sementara, warga membuka jalur alternatif melalui kebun secara sukarela agar distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Aparatur gampong berharap pemerintah segera melakukan pengerasan jalan agar dapat dilalui dengan aman.
Selain itu, warga juga meminta pihak PLN Bireuen memperbaiki jaringan listrik karena Dusun Cot Dara Baro hingga kini masih padam. Warga berharap Pemkab Bireuen memberi perhatian khusus terhadap pemenuhan kebutuhan konsumsi pengungsi, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. (*)
| TRK Minta Pusat Percepat Bangun 647 Huntap Bagi Korban Banjir dan Sekolah di Beutong Ateuh Nagan |
|
|---|
| Enam Bulan Pascabencana, Banyak Infrastruktur Aceh Masih Rusak |
|
|---|
| Banyak Tambak di Bireuen Beralih Fungsi |
|
|---|
| Soal Penanganan Bencana Aceh, Mualem: Aduh, Bandum Butuh Penanganan |
|
|---|
| Sawah Rusak Berat di Pidie Butuh Penanganan Segera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jadi-sungai-889ikl.jpg)