Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Pemulihan Aceh

Salah Sirong Jeumpa Masih Sulit Ditembus, 63 Rumah Hilang Dihantam Banjir

Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, hingga kini masih sulit diakses pascabanjir bandang. Desa terpencil tersebut mengalami

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/Yusmandin Idris
JALAN PUTUS - Ruas jalan dari Alue Limeng ke Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, terputus akibat banjir. Akses ke desa tersebut masih terganggu dan hanya bisa dilalui kendaraan trail atau double cabin melalui kebun warga dengan kondisi jalan berlumpur. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 
Ringkasan Berita:
  • Badan jalan terputus di tiga titik. Titik terparah berada di ruas Alue Limeng–Salah Sirong sepanjang lebih dari satu kilometer, disusul dua titik lainnya. 
  • Akibat banjir tersebut, seluruh warga terdampak. 
  • Sebanyak 63 unit rumah dilaporkan hilang tanpa sisa dan kini lokasi rumah telah berubah menjadi aliran sungai. Warga mengungsi ke meunasah serta beberapa lokasi lain yang dianggap lebih aman.

 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, hingga kini masih sulit diakses pascabanjir bandang.

Desa terpencil tersebut mengalami kerusakan parah, dengan 63 unit rumah warga dilaporkan hilang terseret arus banjir, sementara 18 rumah lainnya rusak.

Kepala Dusun Pungki, Desa Salah Sirong, Irwandi, mengatakan banjir juga menyebabkan ruas jalan putus total serta jembatan ambruk. Selain rumah warga, meunasah dan sejumlah fasilitas umum turut mengalami kerusakan.

Berdasarkan pantauan Serambinews.com, akses jalan dari Desa Alue Limeng menuju Salah Sirong terputus total dan kini berubah menjadi aliran sungai. Alternatif jalan yang dibuka beberapa hari lalu melalui kebun warga dan lereng bukit juga masih sulit dilalui, kecuali menggunakan kendaraan jenis trail atau mobil double cabin.

“Kalau mau ke sana tidak bisa lewat jalan utama. Jalannya berlumpur tebal. Kalau jalan kaki masih bisa,” ujar seorang warga kepada Serambinews.com, Minggu (4/1/2026).

Irwandi menjelaskan, badan jalan terputus di tiga titik. Titik terparah berada di ruas Alue Limeng–Salah Sirong sepanjang lebih dari satu kilometer, disusul dua titik lainnya. “Kalau ke sana memang susah, kecuali pakai kendaraan double cabin. Kalau sepeda motor, itu pun motor yang sudah dimodifikasi, baru bisa tembus,” katanya.

Baca juga: Dua Sekolah Jenjang Menengah di Bireuen Masih Berlumpur, Proses Belajar Normal Belum Bisa

Akibat banjir tersebut, seluruh warga terdampak. Sebanyak 63 unit rumah dilaporkan hilang tanpa sisa dan kini lokasi rumah telah berubah menjadi aliran sungai. Warga mengungsi ke meunasah serta beberapa lokasi lain yang dianggap lebih aman.

Jumlah penduduk Desa Salah Sirong mencapai 287 kepala keluarga atau sekitar 1.245 jiwa, yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Namun, terputusnya akses jalan dan jembatan membuat kondisi ekonomi warga lumpuh total. “Hasil bumi mau dibawa lewat mana, jalan dan jembatan semuanya putus,” ujar Irwandi.

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen dan pihak lainnya saat ini hanya bisa diantar menggunakan kendaraan double cabin dan sepeda motor trail karena desa masih terisolasi. Akses jalan utama belum bisa dilalui sama sekali.

Untuk kebutuhan listrik, PLN telah menyalurkan bantuan genset sementara. Sejumlah tiang listrik dilaporkan patah dan saat ini masih dalam proses perbaikan. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved