Breaking News

Berita Gayo Lues

Pejabat Publik Harus Siap Dicaci dan Dipuji, Irmawan: Pro-Kontra Adalah Bagian dari Amanah

Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Aceh, H Irmawan menegaskan pejabat publik harus siap menerima pujian maupun kritik.

Editor: Saifullah
Serambinews.com/serambinews
SIAP DIKRITIK - Anggota DPR RI asal Dapil Aceh II, H Irmawan menegaskan, pejabat publik harus siap dikritik oleh rakyatnya. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Aceh, H Irmawan menegaskan pejabat publik harus siap menerima pujian maupun kritik.Men
  • urutnya, ujian mental pejabat semakin berat saat bencana, ketika setiap langkah sering dianggap salah.
  • Ia menekankan kritik harus dijadikan evaluasi, karena jabatan publik adalah amanah untuk melayani rakyat dengan ikhlas.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami| Gayo Lues

SERAMBINEW.COM, BLANGKEJEREN – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Aceh, H Irmawan menegaskan, bahwa setiap pejabat publik harus memiliki kesiapan mental yang kuat sebelum memutuskan terjun melayani masyarakat. 

Menurutnya, jabatan publik bukan sekadar posisi terhormat yang penuh pujian, tetapi juga sarat dengan kritik, bahkan caci maki, yang harus diterima dengan lapang dada.

Dalam pandangannya, menjadi pejabat publik berarti siap menghadapi dua sisi mata uang: pujian dan kritik. 

“Kalau sudah memilih menjadi pejabat publik, maka harus siap dicaci dan siap dipuji. Itu satu paket. Pro dan kontra pasti datang bersamaan,” ujar Irmawan saat menyampaikan pandangan di hadapan masyarakat Gayo Lues, Senin (5/1/2026).

Irmawan menekankan, bahwa ujian mental pejabat publik akan terasa jauh lebih berat ketika berada dalam kondisi darurat, seperti saat bencana alam melanda. 

Dalam situasi masyarakat yang sedang menderita, emosi publik kerap memuncak, sehingga kritik datang lebih keras dan tajam.

Baca juga: Anggota DPR RI Irmawan Serahkan Bantuan Bus Sekolah Kemenhub untuk Pelajar Gayo Lues

“Dalam situasi bencana, apa pun langkah yang diambil sering dianggap salah,” urai dia. 

“Bantuan datang cepat bisa dikritik, datang lambat juga dicaci. Di situlah mental pejabat publik benar-benar diuji,” jelasnya.

Ia menambahkan, pejabat publik dituntut untuk tetap hadir, bekerja, dan mengambil keputusan cepat meski harus berhadapan langsung dengan kekecewaan, kemarahan, bahkan tudingan dari masyarakat. 

Menurutnya, hal itu adalah konsekuensi dari amanah yang diemban.

Kritik Sebagai Evaluasi

Irmawan menegaskan bahwa kritik dari masyarakat tidak boleh dianggap sebagai serangan pribadi, melainkan harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja. 

Sikap terbuka terhadap kritik, katanya, merupakan indikator kedewasaan seorang pemimpin.

“Siapkan hatimu jika ingin menjadi pelayan bagi masyarakatmu,” tutur Irmawan. 

Baca juga: Irmawan: Tiada Kekuatan Mampu Melawan KuasaNya, Tugas Kita Memastikan Manusia Selamat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved