Banjir Landa Aceh
300 Kayu Gelondongan di Aceh Telah Terdata Kemenhut, Akan Dipilah Supaya Bisa Dimanfaatkan
Kayu-kayu tersebut selanjutnya akan dipilah agar dapat dimanfaatkan secara tertib dan tepat sasaran untuk kebutuhan masyarakat terdampak.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
300 Kayu Gelondongan di Aceh Telah Terdata Kemenhut, Akan Dipilah Supaya Bisa Dimanfaatkan
SERAMBINEWS.COM - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah mendata sebanyak 300 batang kayu gelondongan sisa bencana hidrometeorologi di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Kayu-kayu tersebut selanjutnya akan dipilah agar dapat dimanfaatkan secara tertib dan tepat sasaran untuk kebutuhan masyarakat terdampak.
Sejak awal Desember 2025, Kemenhut bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terus mengintensifkan penanganan kayu gelondongan sisa bencana di sejumlah wilayah terdampak di Aceh.
Penanganan dilakukan secara terpadu mulai dari pembersihan, pemilahan, hingga pendataan kayu yang masih memiliki nilai guna.
Di Aceh Utara, tim gabungan mengerahkan 28 unit alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu yang menghambat akses jalan, permukiman warga, serta fasilitas umum dan pendidikan.
Hingga memasuki hari ke-16 penanganan, Senin (5/1/2026), jumlah kayu gelondongan yang telah terdata mencapai 300 batang dengan total volume 469,26 meter kubik.
Baca juga: Pemilik Kayu Gelondongan di Aceh Tamiang Masih Misterius, Mabes Polri Diminta Serius
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, mengatakan bahwa prioritas penanganan difokuskan pada lokasi yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Kami memprioritaskan pembersihan kayu yang menghalangi akses jalan, permukiman, dan fasilitas umum,”
“Kayu yang masih bernilai guna kami pilah dan data agar bisa dimanfaatkan secara tertib untuk kebutuhan darurat warga,” ujar Subhan.
Pemanfaatan kayu sisa bencana tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Hingga saat ini, satu unit huntara telah selesai dibangun, sementara dua unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Kemenhut memastikan proses pemilahan dan pemanfaatan kayu sisa bencana akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip transparansi dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Penanganan pascabencana juga akan terus dilanjutkan dengan pembaruan data secara berkala guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Sementara itu di Sumatera Utara, penanganan pascabencana dipusatkan di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan.
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengendara-lintasi-tumpukan-kayu.jpg)