Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Banjir Landa Aceh

300 Kayu Gelondongan di Aceh Telah Terdata Kemenhut, Akan Dipilah Supaya Bisa Dimanfaatkan

Kayu-kayu tersebut selanjutnya akan dipilah agar dapat dimanfaatkan secara tertib dan tepat sasaran untuk kebutuhan masyarakat terdampak.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/m anshar
LINTASI TUMPUKAN KAYU - Pengendara sepeda motor melintas dekat tumpukan kayu yang dibawa banjir bandang akhir November lalu di Desa Baling Karang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Rabu (31/12/2025). Daerah ini merupakan ujung Aceh Tamiang yang berbatasan langsung dengan Aceh Timur. 

Tim gabungan mengerahkan 20 unit alat berat dan 10 unit dump truck untuk pemilahan kayu, normalisasi Sungai Garoga, pembersihan rumah warga, serta penataan lingkungan. 

Sejumlah segmen pemilahan kayu bahkan telah mencapai 100 persen sesuai peta kerja.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani menyampaikan bahwa penanganan dilakukan seiring dengan penyiapan hunian bagi warga terdampak.

“Selain pembersihan dan pemilahan kayu, kami juga mendukung penyiapan lahan untuk huntara dan huntap,”

“Kayu yang terdata akan dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat masyarakat sesuai ketentuan,” jelas Novita.

Hasil pengukuran sementara di wilayah Garoga mencatat 426 batang kayu bulat dengan volume 253,85 meter kubik serta kayu gergajian sebanyak 154 keping dengan volume 4,236 meter kubik.

Adapun di Sumatera Barat, Kemenhut melalui UPT setempat bersama KPH dan Dinas Kehutanan Provinsi melakukan identifikasi dan pendataan kayu hanyutan di Pantai Padang serta di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji dan Sungai Air Dingin.

Kepala BKSDA Sumatera Barat, Hartono menjelaskan bahwa proses pendataan masih berlangsung secara menyeluruh.

“Saat ini kami masih melakukan penghitungan jumlah dan jenis kayu hanyutan di beberapa lokasi. Data ini akan menjadi dasar pemanfaatan kayu sisa bencana setelah tim pemanfaatan ditetapkan melalui SK Gubernur,” ujar Hartono.

Kementerian Kehutanan memastikan kegiatan penanganan pascabencana akan terus dilanjutkan dengan pembaruan data secara berkala, guna memastikan pemanfaatan kayu sisa bencana berjalan tertib, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca dan Ikuti Berita Serambinews.com di GOOGLE NEWS 

Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved