Banjir Luapan
Jeunieb Kembali Dilanda Banjir Luapan
Banjir luapan kembali merendam permukiman warga di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen. Kali ini, banjir melanda Gampong Meunasah Tambo
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Banjir luapan tersebut sudah empat kali terjadi sejak November 2025.
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen harus segera melakukan langkah penanganan, terutama normalisasi aliran sungai yang kini semakin dangkal akibat sedimentasi.
- Normalisasi sungai sangat diperlukan agar banjir tidak terus berulang setiap tahun
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Banjir luapan kembali merendam permukiman warga di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen. Kali ini, banjir melanda Gampong Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang akibat meluapnya aliran Krueng Jeunieb, Senin (5/1/2026) malam.
Banjir diduga merupakan dampak hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan. Peristiwa ini tercatat sebagai banjir keempat sejak November 2025. Kondisi banjir mulai surut pada Selasa (6/1/2026) pagi.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Ranting Jeunieb, Irwandi, mengatakan banjir berawal dari meluapnya air irigasi di Gampong Blang Poroh. “Diperkirakan hujan deras terjadi di wilayah gunung. Tidak lama kemudian, air sungai meluap dan membanjiri permukiman warga di Gampong Meunasah Tambo, Meunasah Keutapang, serta beberapa desa lainnya,” ujar Irwandi kepada Serambinews.com, Selasa (6/1/2026).
Menurut Irwandi, banjir luapan tersebut sudah empat kali terjadi sejak November 2025. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen segera melakukan langkah penanganan, terutama normalisasi aliran sungai yang kini semakin dangkal akibat sedimentasi.
“Normalisasi sungai sangat diperlukan agar banjir tidak terus berulang setiap tahun,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Hamdani (66), warga Gampong Meunasah Tambo. Ia mengatakan banjir luapan hampir selalu terjadi setiap tahun di gampong mereka. “Setiap hujan deras, gampong kami selalu banjir,” ungkapnya, Senin (5/1/2026) malam.
Baca juga: Rp 600 Juta BTT Dibangun Huntara untuk Korban Banjir di Pidie, Pekerjaan Terus Dikebut
Warga berharap Pemkab Bireuen menormalisasi sepanjang aliran Krueng Jeunieb serta meninggikan tanggul sungai. Selain itu, jembatan beton di jalan utama Gampong Meunasah Tambo juga diminta untuk dievaluasi karena kondisinya dinilai terlalu rendah.
“Tiang tengah jembatan sering tersangkut sampah dan kayu hanyut, sehingga aliran air terhambat dan sungai meluap. Kami berharap dibangun jembatan baru yang lebih tinggi agar air dan sampah dapat mengalir lancar ke laut,” harap warga. (*)
| Belasan Rumah di Makmur Bireuen Terendam Banjir Akibat Luapan Krueng Leubu |
|
|---|
| Sejumlah Desa di Jeunieb Terendam Banjir Akibat Luapan Krueng Pandrah |
|
|---|
| BPBK Abdya Imbau Warga Waspada Banjir Luapan |
|
|---|
| Air Sungai Meluap, Tanaman Padi di Dua Kecamatan Terendam Banjir |
|
|---|
| Krueng Meurah Meluap, Rumah Warga Lam Ara Tunong Kuta Malaka Terendam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Banjir-kpplkl.jpg)