Berita Aceh Utara
Rakit Hanyut, Pelajar Sawang Aceh Utara Kembali Terhalang ke Sekolah
Rakit darurat yang menjadi satu-satunya akses pelajar di Sawang, Aceh Utara hanyut terbawa arus deras.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Rakit darurat yang menjadi satu-satunya akses pelajar di Sawang, Aceh Utara hanyut terbawa arus deras.
- Akibatnya, anak-anak dari empat desa kembali terhalang bersekolah setelah jembatan putus akibat banjir bandang.
- Warga kini terisolasi dan bergantung pada rakit seadanya untuk beraktivitas pasca bencana.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Harapan anak-anak di seberang Sungai Sawang, Aceh Utara untuk kembali bersekolah setelah bencana banjir bandang, kembali pupus.
Rakit sederhana yang menjadi satu-satunya sarana penyeberangan, hanyut terbawa arus deras pada Selasa (6/1/2026) dini hari.
Sehari sebelumnya, rakit kayu seadanya itu berjasa mengantarkan puluhan pelajar dari Gampong Gunci, Lhok Cut, Kubu, dan Blang Cut, menuju sekolah mereka di pusat Kecamatan Sawang.
Rekaman video yang dikirimkan oleh Khairunisak, warga Dusun Kuta Batee, menampilkan momen penuh perjuangan anak-anak menyeberangi sungai dengan rakit tersebut pada hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026) kemarin.
Namun, pada hari Selasa, rekaman baru dari lokasi yang sama menunjukkan pemandangan berbeda.
Dalam video itu, Khairunnisak berbagi cerita dan fakta, bahwa para pelajar generasi bangsa itu, terpaksa kembali absen ke sekolah.
Baca juga: Rakit Darurat Ditumpangi Wagub Aceh Dek Fadh Terbalik saat Seberangi Sungai di Pame Aceh Tengah
Pasalnya, rakit yang sehari sebelumnya menjadi jembatan harapan, telah hanyut terbawa arus deras pada, Selasa dini hari.
Untuk diketahui, seluruh akses utama berupa jembatan penyeberangan menuju ke empat desa di seberang sungai Sawang ini, telah putus dalam bencana banjir besar 26 November 2025.
Kecamatan Sawang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Aceh Utara yang dulu dikenal sebagai daerah kaya minyak dan gas alam, kini menghadapi tantangan berat.
Berjarak sekitar 245 kilometer dari Banda Aceh dan 30 kilometer dari Lhokseumawe--kota yang dulu dijuluki “petro dolar”--sejumlah desa di Sawang kini terisolasi.
Baca juga: VIDEO Rakit Hanyut, Pelajar Sawang Kembali Terhalang ke Sekolah
Sebab itu, warganya harus bergantung pada rakit darurat untuk beraktivitas.(*)
Rakit Hanyut
Sungai Sawang
siswa naik rakit ke sekolah
Sawang
Aceh Utara
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Kisah Rapa-i Raja Siwah Tanah Pasir Aceh Utara, Penjaga Tradisi Rapa-i Geurimpheng |
|
|---|
| Pengendara Honda CBR Meninggal Tergilas Truk Tangki di Jalan KKA Usai Terjatuh di Tikungan |
|
|---|
| Tiga KK Korban Semburan Lumpur di Lhoksukon Kembali Tempati Rumah, Perbaikan Atap Rampung |
|
|---|
| Soal Surat Gubernur ke BPJS, Akademisi Unimal: Pembukaan Blokir JKA Harus Berdasarkan Dokumen Hukum |
|
|---|
| Krueng Peuto Butuh Tanggul Permanen, Warga Lhoksukon Sudah 4 Kali Terendam Banjir dalam 5 Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rakit-hanyut-siswa-gagal-ke-sekolah.jpg)