Pemulihan Aceh
SLB Aceh Tamiang Masih Terkepung Banjir, Gubernur Kirim Alat Berat
Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang hingga kini masih lumpuh. Pasalnya, genangan air sisa banjir
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:Genangan air setinggi mata kaki orang dewasa masih menutupi akses jalan masuk dan halaman sekolah. Kondisi tersebut diperparah dengan tumpukan lumpur serta sampah berupa sisa material bangunan dan perabotan yang hanyut saat banjir.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang hingga kini masih lumpuh. Pasalnya, genangan air sisa banjir yang terjadi lebih dari sebulan lalu belum juga tertangani.
Genangan air setinggi mata kaki orang dewasa masih menutupi akses jalan masuk dan halaman sekolah. Kondisi tersebut diperparah dengan tumpukan lumpur serta sampah berupa sisa material bangunan dan perabotan yang hanyut saat banjir.
“Beginilah kondisi SLB di Aceh Tamiang. Di tengah instruksi agar anak-anak kembali masuk sekolah, ruang belajar masih berantakan,” kata anggota DPRA, Muhammad Zakiruddin, Rabu (7/1/2026).
Menurut Zakiruddin, genangan air terjadi akibat tidak adanya saluran drainase yang memadai, sehingga air menumpuk di jalan dan halaman sekolah. Berdasarkan laporan masyarakat, hingga hari ke-40 pascabanjir belum ada alat berat yang dikerahkan untuk menormalkan kondisi SLB tersebut.
“Alat berat pertama yang masuk ke SLB justru dari Gubernur melalui Yayasan As Sumatrani. Padahal, ini sudah lebih dari 40 hari pascabanjir,” ujarnya.
Zakiruddin mengaku meminta langsung bantuan alat berat kepada Gubernur Aceh, Mualem, atas desakan masyarakat. Satu unit alat berat yang didukung dump truck difokuskan untuk membersihkan SLB, kemudian akan diarahkan ke fasilitas pendidikan lainnya.
“Bersamaan dengan itu, ada juga alat berat dari Mualem yang membersihkan SMA Bendahara. Di sana dikerahkan alat berat jenis loader,” ungkapnya.
Baca juga: Puluhan SMA hingga SLB di Bireuen Terdampak Banjir, Ruang Kelas Dipenuhi Lumpur
Ia menyadari penanggulangan dampak banjir di Aceh Tamiang membutuhkan kerja keras serta koordinasi lintas pihak. Untuk sementara, Zakiruddin memfokuskan perhatiannya pada pemulihan sektor pendidikan.
Politisi Partai Aceh ini juga menyebut telah mengerahkan alat berat milik pribadinya untuk membersihkan lumpur di sejumlah kawasan permukiman warga, di antaranya Kampung Marlempang dan Kampung Durian.
Sebelumnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Bahtiar, menjelaskan ketinggian air saat banjir bandang di kawasan SLB sempat mencapai lima meter. Sebanyak 45 murid dipastikan selamat meski sempat terjebak di atap asrama sekolah.(*)
| SMAN 1 Peulimbang Direvitalisasi, Siswa Belajar Sementara di SMPN 1 Peulimbang |
|
|---|
| Kutip Hadih Maja, Safrizal Ajak Aceh Bangun Harmoni dengan Alam |
|
|---|
| Kunjungi Pidie Jaya, Wamen Diktisaintek Apresiasi Dampak Nyata Pengabdian USK di Kawasan Bencana |
|
|---|
| Jembatan Apung Kepala Hiu Peusangan Beroperasi, Menghubungkan Pante Lhong dengan Pante Baro Kumbang |
|
|---|
| Fasilitas Olahraga Rusak Dihantam Banjir, Aceh Tamiang Gagal Jadi Tuan Rumah Event Bergengsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekolah-hijmkl.jpg)