Kamis, 7 Mei 2026

Berita Aceh Selatan

Selama 2025, DBD di Aceh Selatan Meningkat Jadi 30 Kasus, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Samsidar mengatakan peningkatan ini dipengaruhi sejumlah faktor

Tayang:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Ilhami Syahputra
SAMSIDAR - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Selatan Samsidar, Rabu (7/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kasus DBD di Aceh Selatan meningkat signifikan, dari 16 kasus pada 2024 menjadi 30 kasus pada 2025. 
  • Faktor lingkungan turut memperparah, seperti saluran air tersumbat di kawasan perumahan, yang memperluas area perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
  • Upaya pencegahan dilakukan Dinkes, meliputi pemantauan lokasi rawan, pengukuran ABJ, gotong royong lintas sektor, pembagian larvasida, serta imbauan penerapan 3M Plus kepada masyarakat.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Aceh Selatan naik signifikan.

Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 16 kasus, kemudian tahun 2025 jumlahnya meningkat menjadi 30 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Samsidar mengatakan peningkatan ini dipengaruhi sejumlah faktor.

Salah satunya curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung lebih lama sepanjang tahun 2025.

“Kondisi tersebut menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak,” ujarnya kepada Serambinews.com, Rabu (7/1/2026).

Selain faktor cuaca, kata Samsidar, tersumbatnya saluran air di sejumlah kawasan perumahan juga turut memperparah kondisi, sehingga memperluas area perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Baca juga: SKPC Waterfall, Destinasi Wisata Air Terjun Legendaris Dekat Pusat Kota Subulussalam

Ia mengatakan Dinas Kesehatan Aceh Selatan telah mengambil berbagai langkah pencegahan.

“Di antaranya dengan melakukan pemantauan langsung ke lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk, serta mengukur Angka Bebas Jentik (ABJ) di rumah-rumah warga yang berada dalam wilayah kerja masing-masing Puskesmas,” ungkap Samsidar.

Lebih lanjut, kata Samsidar, pihaknya juga menggencarkan kegiatan gotong royong bersama lintas sektor untuk menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus membagikan larvasida di wilayah yang dinilai memiliki banyak tempat perkembangbiakan jentik nyamuk.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan langkah 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta mencegah gigitan nyamuk.

“Dengan berbagai upaya tersebut, Dinas Kesehatan berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dan kasus DBD dapat ditekan, sehingga pada tahun 2026 mendatang Aceh Selatan terbebas dari kasus Demam Berdarah Dengue,” pungkasnya. (*)

Baca juga: VIDEO - Anak-anak Korban Banjir Aceh Tamiang Belajar di Sekolah Darurat

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved