Selasa, 21 April 2026

Banjir Landa Aceh

Rincian Data 55 Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Akibat Banjir dan Longsor, Bireuen Terbanyak

Di banyak wilayah, aktivitas pemerintahan tidak dapat berjalan normal karena perangkat desa turut mengungsi bersama warga. 

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Hendri Abik
PORAK PORANDA – Kondisi permukiman warga di Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, porak poranda akibat dihantam banjir bandang yang terjadi sekitar tiga pekan lalu. Logistik korban masih serba kekurangan, mereka juga kesulitan membersihkan material longsor yang menimbun rumah. Foto direkam pada Jumat (12/12/2025). 

Rincian Data 55 Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Akibat Banjir dan Longsor, Bireuen Terbanyak

SERAMBINEWAS.COM - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. 

Sedikitnya 55 wilayah, terdiri dari 21 gampong/desa dan 34 dusun di tujuh kabupaten/kota dilaporkan hilang dan tidak lagi layak huni akibat terjangan banjir bandang dan longsor

Seluruh penduduk dari wilayah terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah kerabat.

Wilayah terdampak tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Bireuen

Kerusakan di sejumlah lokasi dilaporkan sangat parah, bahkan di beberapa desa hampir seluruh kawasan permukiman lenyap tersapu material banjir dan longsor.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada jalannya pemerintahan desa. 

Baca juga: Tiga Kecamatan di Bireuen Dilanda Banjir Lagi

Di banyak wilayah, aktivitas pemerintahan tidak dapat berjalan normal karena perangkat desa turut mengungsi bersama warga. 

Namun, di sebagian daerah lain, pemerintahan desa mulai kembali aktif meski masih dalam keterbatasan.

Berdasarkan pembaruan data hingga 7 Januari 2026 pukul 19.30 WIB, di Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sejumlah desa dan dusun hilang di Kecamatan Sekerak, Karang Baru, Kota Kuala Simpang, dan Bandar Pusaka. 

Sementara di Aceh Utara, dusun-dusun di Kecamatan Sawang dan Langkahan turut terdampak, dengan sebagian pemerintahan desa sudah kembali berfungsi.

Di Kabupaten Nagan Raya, dua desa dilaporkan hilang dan pemerintahan desa belum dapat berjalan karena masih berada di pengungsian. 

Kondisi serupa terjadi di Aceh Tengah dan Gayo Lues, di mana sejumlah desa di beberapa kecamatan dinyatakan hilang dan warganya masih mengungsi.

Adapun di Aceh Tenggara dan Bireuen, beberapa dusun dilaporkan hilang, namun sebagian pemerintahan desa mulai aktif kembali meski warga belum sepenuhnya dapat kembali ke permukiman asal.

Pemerintah saat ini terus melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak bencana tersebut. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved