Jumat, 24 April 2026

Mahasiswa Demo di Banda Aceh

Ini Rekomendasi Mahasiswa soal Penanganan Banjir dan Tanggapan Sekda Aceh

Massa dari Aliansi Mahasiswa se-Aceh melakukan aksi demonstrasi menuntut agar Pemerintah Pusat menetapkan status bencana hidrometeorologi Aceh menjadi

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Hendri Abik
JUMPAI MAHASISWA - Sekda Aceh, M Nasir saat jumpai mahasiswa dalam aksi tuntut penetapan Bencana Nasional di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (8/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Aliansi Mahasiswa se-Aceh menggelar aksi di Kantor Gubernur Aceh menuntut Pemerintah Pusat menetapkan bencana hidrometeorologi Aceh sebagai bencana nasional karena pemulihan dinilai lambat pasca 40 hari kejadian.
  • Sekda Aceh M Nasir menyatakan pemerintah daerah telah menyerahkan data kerusakan ke pusat dan sepakat Aceh layak, namun pusat menetapkan status bencana provinsi dengan penanganan nasional.
  • Pemerintah Aceh memaparkan langkah pemulihan oleh pemerintah daerah dan pusat.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Massa dari Aliansi Mahasiswa se-Aceh melakukan aksi demonstrasi menuntut agar Pemerintah Pusat menetapkan status bencana hidrometeorologi Aceh menjadi bencana nasional.

Aksi itu dilakukan di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (8/1/2026).

Aksi tersebut mereka lakukan lantaran melihat saat ini penanganan bencana di Aceh belum maksimal.

Mereka juga mempertanyakan kenapa Pemerintah Pusat saat ini belum juga menetapkan bencana banjir dan tanah longsor Aceh sebagai bencana nasional.

Para peserta aksi diterima Sekda Aceh, M Nasir.

Mereka duduk bersama sembari berdiskusi di bawah tangga pintu utama Kantor Gubernur tersebut.

Baca juga: Masih Menumpang hingga Tinggal di Gubuk,Puluhan Korban Banjir Bandang di Jangka-Bireuen Butuh Huntap

Nasir tampak memperhatikan secara seksama apa yang disampaikan oleh para orator yang menyampaikan aspirasinya. 

Tak ada sekat antara mahasiswa dan Sekda Aceh. Para aparat keamanan berdiri di belakang Sekda untuk mengamankan jalannya aksi.

Para pendemo menyampaikan semua keluhannya kepada Sekda Aceh agar mendorong pusat menetapkan bencana hidrometeorologi ini sebagai Bencana Nasional.

Koordinator Aksi, dalam orasi menyampaikan pandangan miris melihat situasi Aceh saat ini. Pasalnya sudah 40 hari pascabencana, proses pemulihan terkesan berjalan lambat.

Rumah-rumah masyarakat masih banyak terendam lumpur, dan sejumlah daerah masih terisolir. “Jika memang tidak bisa menjadi bencana nasional, kenapa? faktor apalagi yang kurang,” katanya.

Pasalnya menurutnya Aceh menjadi salah satu provinsi dengan dampak bencana paling besar. “Kami berdiskusi antara ayah dan anak. Harus ada solusi lain jika tidak bisa menjadi nasional,” ucap koordinator aksi.

Baca juga: Alat Praktik Bernilai Puluhan Miliar SMKN 2 Langsa Rusak Terendam Banjir

Menanggapi hal ini, Sekda Aceh, M Nasir, kepada para pendemo mengatakan bahwa Pemerintah Aceh sudah memberikan data-data kerusakan kepada pusat perihal bencana ini.

Ia juga sependapat dengan para mahasiswa, bahwa dari segi dampak, bencana Aceh layak ditetapkan sebagai bencana nasional.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved