Jumat, 8 Mei 2026

Banda Aceh

Marak Kasus Pencurian Meteran Perumdam Warga di Banda Aceh, Ini Respons Dirut Tirta Daroy

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Daroy, T Novizal Aiyub, merespons soal maraknya kasus pencurian...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/ RIANZA ALFANDI
AMPON YUB - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Daroy Banda Aceh, T Novizal Aiyub alias Ampon Yub. Marak Kasus Pencurian Meteran Perumdam Warga di Banda Aceh, Ini Respons Dirut Tirta Daroy. 

 

Ringkasan Berita:
  • Dirut Perumdam Tirta Daroy, T Novizal Aiyub, menyebut pencurian water meter merupakan tanggung jawab pribadi pelanggan, bukan kewenangan langsung perusahaan.
  • Ia mengimbau masyarakat meningkatkan keamanan lingkungan dan melaporkan pencurian WM ke pihak kepolisian.
  • Perumdam berharap kesadaran kolektif warga tumbuh demi menjaga fasilitas air bersih bersama di Banda Aceh.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Daroy, T Novizal Aiyub, merespons soal maraknya kasus pencurian water meter (WM) atau meteran air milik pelanggan mereka di Banda Aceh.

Dirut Perumdam Tirta Daroy itu mendorong, agar masyarakat lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, khususnya menjaga aset pribadi seperti water meter. Ia menyebutkan, pencurian WM bukan tanggung jawab langsung perusahaan, melainkan menjadi urusan pribadi pelanggan yang kehilangan.

“Maraknya pencurian WM, tidak ada tindakan yang dapat kami lakukan selain mengimbau pelanggan untuk peduli pada keamanan. Kami hanya bisa mengimbau agar masyarakat meningkatkan upaya keamanan,” ujar Aiyub saat dihubungi, Kamis (8/1/2026).

Perumdam Tirta Daroy itu menjelaskan, pihak perusahaan air minum daerah tersebut mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan hukum, karena WM yang dicuri merupakan milik pelanggan.

Menurutnya, hanya pelanggan yang menjadi korban pencurian yang bisa melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Hal ini penting agar pelaku bisa ditindak secara hukum dan kejadian serupa tidak terus berulang di kemudian hari.

“Menyangkut pencurian WM, pihak yang berwenang melaporkan ke yang berwajib adalah pelanggan yang kehilangan, karena WM tersebut milik mereka,” jelas Aiyub.

Baca juga: Enam Tersangka Korupsi Sanitasi Sekolah Diserahkan ke Kejari Banda Aceh

Warga juga diingatkan agar tidak lengah dan mulai memperkuat sistem keamanan di sekitar rumah, seperti memasang pagar, lampu penerangan, atau bahkan kamera pengawas jika memungkinkan. Langkah-langkah preventif ini dinilai penting untuk mencegah aksi pencurian yang semakin meresahkan.

Dirut Perumdam Tirta Daroy itu berharap, adanya kesadaran kolektif dari masyarakat untuk menjaga fasilitas air bersih yang menjadi kebutuhan bersama di Banda Aceh. “Saling peduli untuk mewujudkan keamanan bersama,” tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved