Kamis, 7 Mei 2026

Berita Abdya

YARA Desak Bupati Safaruddin Tutup Sementara Aktivitas Perusahaan Tambang di Abdya

“Keselamatan rakyat posisinya lebih tinggi dari segalanya. Tidak boleh dikalahkan oleh alasan ekonomi, apalagi jika tambang tersebut tidak memberi...

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/MASRIAN
PERUSAHAAN TAMBANG - Kepala YARA perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) Suhaimi. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Suhaimi N SH MH mendesak Bupati Safaruddin, untuk menutup sementara aktivitas perusahaan tambang perusahaan yang dinilai tidak memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Tuntutan itu disampaikan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana alam.

Menurut Suhaimi, keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Keselamatan rakyat posisinya lebih tinggi dari segalanya. Tidak boleh dikalahkan oleh alasan ekonomi, apalagi jika tambang tersebut tidak memberi manfaat signifikan bagi daerah. Kami mendesak Pak Bupati agar menutup sementara aktivitas perusahaan tambang di Abdya,” kata Suhaimi, Jumat (9/1/2026).

Ia menilai aktivitas pertambangan di tengah curah hujan tinggi sangat berisiko yang memperparah kerusakan lingkungan, mulai dari degradasi daerah aliran sungai (DAS) hingga ancaman longsor dan banjir. 

Ia mengingatkan pemerintah daerah, agar tidak mengabaikan tanda-tanda alam yang belakangan ini semakin ekstrem.

“Kasus bencana banjir hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah cukup menjadi pengalaman pahit bagi kita semua. Korbannya tidak sedikit. Jangan sampai peristiwa serupa terulang dan justru terjadi di Abdya,” tegas Suhaimi.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengambil langkah preventif demi melindungi warganya. 

Penutupan sementara ini, sebut Suhaimi, merupakan langkah rasional untuk meminimalkan risiko bencana, sekaligus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap dampak tambang bagi lingkungan dan masyarakat.

“Kalau keberadaan tambang hanya menyisakan kerusakan lingkungan, sementara daerah tidak memperoleh keuntungan yang sepadan, lalu siapa yang sebenarnya diuntungkan?” kata Suhaimi mempertanyakan.

Bupati Diminta Tegas

YARA Abdya, lanjut Shemi, meminta Bupati Safaruddin tidak ragu mengambil keputusan tegas, meski berpotensi mendapat tekanan dari pihak perusahaan. 

Pemerintah daerah, katanya, harus berdiri di atas kepentingan publik, bukan kepentingan segelintir pihak.

Ia juga mendorong agar dilakukan audit lingkungan secara independen terhadap seluruh aktivitas pertambangan di Abdya. 

Hasil audit tersebut, harus dibuka ke publik agar masyarakat mengetahui sejauh mana risiko yang mereka hadapi.

“Bencana tidak pernah datang tiba-tiba. Ia selalu diawali oleh kelalaian manusia. Jika hari ini kita mengabaikan peringatan, maka besok kita hanya akan sibuk menyesalinya,” pungkas Suhaimi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved