Minggu, 26 April 2026

Aceh Barat Daya

Anggota DPRA Abu Heri Ingatkan Pentingnya Jembatan Bailey untuk Langkah Penanganan Darurat

“Belajar dari bencana saat ini yang banyak merusak infrastruktur jembatan maka sangat perlu ketersediaan jembatan bailey,” kata Abu Heri

|
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh T. Heri Suhadi 

“Belajar dari bencana saat ini yang banyak merusak infrastruktur jembatan maka sangat perlu ketersediaan jembatan bailey,” kata Abu Heri

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan 

SERAMBINEWS.COM,TAPAKTUAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), T. Heri Suhadi dari Fraksi Partai Aceh yang akrab disapa Abu Heri, mengingatkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menyediakan stok jembatan bailey. 

Hal ini dinilai mendesak mengingat tingginya risiko bencana tahunan yang kerap memutus akses transportasi di berbagai wilayah Aceh.

“Belajar dari bencana saat ini yang banyak merusak infrastruktur jembatan maka sangat perlu ketersediaan jembatan bailey,” kata Abu Heri, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Abu Heri, ketersediaan jembatan panel baja bongkar pasang (bailey) sangat krusial sebagai langkah penanganan darurat. 

Selama ini, ketika jembatan permanen putus akibat banjir atau longsor, mobilitas warga seringkali lumpuh total karena proses perbaikan permanen membutuhkan waktu lama dan anggaran besar.

"Jika stok jembatan bailey kita mencukupi, setiap kali ada bencana yang memutus akses jalan, kita bisa langsung melakukan perbaikan cepat. 

Warga tidak perlu terisolasi terlalu lama sementara kita menunggu proses administrasi bantuan dari Pemerintah Pusat," ujar Abu Heri.

Abu Heri menyampaikan keprihatinannya melihat fakta terhambatnya tindakan membuka daerah terisolasi hanya gara-gara kurangnya ketersediaan jembatan bailey termasuk dari Dinas PUPR Aceh. 

Padahal, kebutuhan akan infrastruktur darurat ini merupakan investasi penting untuk mitigasi bencana.

"Kita harus peka dengan kebutuhan akan jembatan yang bisa mengatasi keadaan darurat termasuk jembatan bailey. 

Ingat,  jembatan bailey bukan sekadar pelengkap, tapi penyelamat ekonomi dan akses publik saat kondisi kritis. Untuk itu ke depan Dinas PUPR Aceh perlu menyediakannya,” tegasnya.

Kondisi saat ini, lanjut Abu Heri, Aceh beruntung masih memiliki beberapa unit jembatan bailey di gudang Dinas PUPR yang merupakan stok dari masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-tsunami 2004 silam, selain jembatan bailey milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan TNI AD. 

Sisa-sisa material itulah yang selama ini diandalkan untuk menutupi kebutuhan darurat di lapangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved