Berita Bireuen
Ribuan Hektar Tambak di Bireuen Rusak, Warga Bertahan dengan Harapan
Dari udang hingga bandeng, dari nila hingga kerapu, semua lenyap terbawa arus. Ada tambak yang hanya terendam,
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Senyum getir masih terlihat di wajah para petani tambak di Kabupaten Bireuen, meski banjir bandang baru saja meluluhlantakkan usaha mereka.
Air bah yang datang tiba-tiba bukan hanya merendam rumah, tetapi juga menghancurkan mata pencaharian ribuan keluarga.
Data Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan mencatat, luas tambak yang rusak mencapai 4.943 hektar.
Dari udang hingga bandeng, dari nila hingga kerapu, semua lenyap terbawa arus. Ada tambak yang hanya terendam, ada yang longsor, bahkan ada yang hilang tertimbun lumpur hingga berubah menjadi muara.
“Kerusakan ini sangat berat, ada yang rusak ringan, sedang, hingga benar-benar hancur,” ungkap Kepala Dinas, Ir M Jafar MM, Sabtu (10/1/2026).
Ia menyebutkan, lebih dari 4.700 pelaku usaha perikanan kini terdampak, kehilangan harapan di tengah lumpur yang menutup tambak mereka.
Tak hanya tambak, infrastruktur pendukung pun ikut porak-poranda. Jembatan putus, saluran air sepanjang ratusan kilometer rusak, hingga balai benih ikan dan hatchery rumah tangga tak lagi bisa berfungsi.
Nelayan pun tak luput: ratusan kapal dan alat tangkap hilang, membuat 644 orang nelayan kehilangan sumber penghidupan.
Di tengah kesedihan itu, secercah harapan datang. Tiga menteri – Menteri Perdagangan, Menteri Koperasi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan – hadir langsung ke Desa Alue Kuta Jangka, melihat kondisi warga.
Mereka berjanji akan menyalurkan bantuan hidup dan mendukung pemulihan tambak yang rusak ringan agar bisa segera berproduksi kembali.
Menjelang bulan suci Ramadan, warga berharap ada program padat karya seperti normalisasi saluran yang bisa dilakukan dengan tenaga manusia.
“Setidaknya kami bisa bekerja, punya penghasilan, sambil menunggu tambak kembali pulih,” kata seorang petani tambak dengan mata berkaca-kaca.
Banjir bandang memang merenggut banyak hal, tetapi semangat gotong royong dan harapan untuk bangkit tetap hidup di hati masyarakat Bireuen.
**
| Ingat! Mobil dari Arah Banda Aceh Dilarang Melintasi Jembatan Kutablang, Truk & Ambulan Diizinkan |
|
|---|
| 11 Boat Ketek Beroperasi di Ulee Jalan Bireuen, Seberangkan Warga untuk Merayakan Idul Adha |
|
|---|
| UIA Bireuen Buka Pendaftaran PMB Semester Ganjil 2026, Korban Banjir Dapat Keringanan SPP |
|
|---|
| Empat Keping Lantai Jembatan Bailey Kutablang Patah, Kendaraan Tertahan 6 Jam Lebih |
|
|---|
| SMAN 1 Bireuen Raih Peringkat Satu Top 10 SMA Lulus SNBT Se-Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tinjau-tambak-1001.jpg)