Berita Bireuen
Ribuan Hektar Tambak di Bireuen Rusak, Warga Bertahan dengan Harapan
Dari udang hingga bandeng, dari nila hingga kerapu, semua lenyap terbawa arus. Ada tambak yang hanya terendam,
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Disebutkan, sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir khususnya di Kabupaten Bireuen ada 4.943 hektare dengan berbagai kondisi ada yang hanya terendam air, ada yang pematang tambak longsor dan tertimbun lumpur sedikit, ada memang habis tertimbun lumpur dan bahkan hilang jadi muara, ungkapnya.
M Jafar merincikan, hasil pendataan yang dilakukan timnya, tambak rusak berat sekali mencapai 311,99 hektar, rusak berat 695,37 hektar, rusak sedang mencapai 1.321,02 hektar dan rusak ringan mencapai 2.614,95 hektar.
Komoditas terdampak dari hancurnya tambak mulai dari udang, nila, lele, bandeng, kakap dan kerapu.
Selain tambak katanya, sebanyak 19 jembatan pada ruas jalan untuk usaha tambak dan budidaya putus, kemudian saluran sepanjang 170,87 Km ikut rusak.
Satu unit Balai Benih Ikan (BBI) juga rusak. Selain itu, hatchery atau tempat pembibitan benih ikan skala rumah tangga 2 unit ikut rusak, jalan produksi lingkungan budidaya ikan sepanjang 8.376 meter juga ikut rusak dihantam banjir.
Kemudian tambahnya, ada 3 unit pembenihan rakyat ikut hancur. M Jafar menambahkan, sektor perikanan tangkap juga sangat terdampak, nelayan terdampak banjir bandang mencapai 644 orang, kapal, perahu maupun motor hilang dan rusak berat mencapai 110 unit, rusak ringan tercatat 113 unit, alat tangkap rusak dan hilang mencapai 415 unit.
Seterusnya bidang pengolahan Unit Pengolahan Ikan (UPI) terdampak banjir mencapai 7 unit, unit Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) mencapai 228 unit dan lahan garam terdampak mencapai 1000 meter.
Dari berbagai kerusakan bidang perikanan, pelaku usaha yang terdampak mencapai 4.717 orang.
Kemarin katanya, tiga menteri yaitu Menkopangan, Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan, Dr Budi Santoso MSi dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, Jumat (9/1/2026) kunjungi kawasan terdampak banjir di Desa Alue Kuta Jangka.
Dalam kunjungan tersebut juga didampingi Direktur Sarana dan Prasarana, Ditjen Perikanan Budidaya, Kementerian KKP, Ir Ujang Kamaruddin MSc dan Ditjen Perikanan Budidaya, TB Haeru Rahayu. Para menteri sudah melihat langsung kondisinya dampak bencana hydro meteorologi tersebut dan tentunya berharap juga segera ada skema penanganan dan pembudidaya
semakin cepat pulih perekonomiannya.
Dampak bencana banjir itu sebagian besar mengungsi dan kondisi rumahnya juga tertimbun lumpur dan tanah terbawa banjir.
Sehingga menjelang bulan suci ramadhan kami mengupayakan ada program dapat memberdayakan petani tambak seperti pekerjaan normalisasi saluran tersumbat yang bisa dilakukan oleh tenaga manusia tanpa harus alat berat ini diberlakukan masyarakat
setempat untuk bekerja agar mereka punya penghasilan.
Dalam kunjungan Menteri KKP juga menjanjikan ada bantuan jadup dan berharap agar
bantuan ini bisa segera terealisasi untuk petani tambak.
“Dalam kunjungan tersebut, kita juga tadi sudah sampaikan kepada bapak Dirjen
Budidaya bagi tambak rusak ringan segera dibantu jadi bisa berproduksi,” jelasnya. (*)
| Ingat! Mobil dari Arah Banda Aceh Dilarang Melintasi Jembatan Kutablang, Truk & Ambulan Diizinkan |
|
|---|
| 11 Boat Ketek Beroperasi di Ulee Jalan Bireuen, Seberangkan Warga untuk Merayakan Idul Adha |
|
|---|
| UIA Bireuen Buka Pendaftaran PMB Semester Ganjil 2026, Korban Banjir Dapat Keringanan SPP |
|
|---|
| Empat Keping Lantai Jembatan Bailey Kutablang Patah, Kendaraan Tertahan 6 Jam Lebih |
|
|---|
| SMAN 1 Bireuen Raih Peringkat Satu Top 10 SMA Lulus SNBT Se-Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tinjau-tambak-1001.jpg)