Berita Sabang
Akses Jalan Tinjau Alam - Aneuk Laot Ditutup Sementara untuk Kendaraan Roda Empat
Akses Jalan Tinjau Alam menuju Aneuk Laot, Kota Sabang, ditutup sementara bagi kendaraan roda empat sejak Sabtu pagi (10/1/2026).
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Akses Jalan Tinjau Alam menuju Aneuk Laot, Kota Sabang, ditutup sementara bagi kendaraan roda empat sejak Sabtu pagi (10/1/2026).
Penutupan dilakukan menyusul kondisi badan jalan yang mengalami retak parah dan berpotensi ambles.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang, Husaini, mengatakan penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Penutupan ini bersifat preventif. Kondisi aspal sudah retak berat dan berpotensi semakin parah hingga longsor, sehingga membahayakan pengguna jalan,” ujar Husaini, Minggu (11/1/2026).
Ia menjelaskan, penutupan akan diberlakukan hingga ada penanganan teknis dari instansi terkait. Keselamatan pengguna jalan, kata dia, menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Sebagai jalur alternatif, kendaraan roda empat dari arah Pelabuhan Balohan dan Bay Pass yang menuju Aneuk Laot, Cot Damar, Paya Seunara, dan sekitarnya diarahkan melintasi Jalan Elak menuju Cot Bau hingga Jalan Yos Sudarso, atau sebaliknya. Jalur tersebut dinilai masih aman untuk dilalui.
Baca juga: Ikan Tongkol Kecil Melimpah, Nelayan Sabang Pilih Jual ke Banda Aceh
“Kami mengimbau pengguna jalan agar mematuhi rambu dan petunjuk di lapangan serta tidak memaksakan diri melintas di jalur yang telah ditutup,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk yang dapat memperparah kondisi badan jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sabang, Luqmanul Hakim, mengakui ruas jalan Tinjau Alam - Aneuk Laot merupakan aset Pemerintah Kota Sabang. Namun, perbaikan terkendala keterbatasan anggaran.
“Untuk perbaikan permanen sesuai perencanaan dibutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar. Sementara kemampuan APBK kita saat ini belum mencukupi,” kata Luqmanul Hakim saat dikonfirmasi.
Menutup akses jalan demi keselamatan masyarakat
Ia menyebutkan, pengajuan perbaikan jalan tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak masa Penjabat Wali Kota Sabang Reza Fahlevi.
Bahkan sempat dialokasikan anggaran sebesar Rp500 juta, namun nilai tersebut dinilai tidak mencukupi sehingga pengerjaan belum dapat dilakukan.
“Saat ini kami masih berharap adanya dukungan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat walaupun sekitar 2-3 tahun belakang juga belum ada,” ujarnya.
Sebagai langkah sementara, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, untuk menutup akses jalan demi keselamatan masyarakat hingga perbaikan dapat direalisasikan.
Baca juga: Harga Cabai Merah dan Hijau Stabil, Rawit Tembus Rp80 Ribu
| HRD Siap Perjuangkan Infrastruktur untuk Kemajuan Sabang |
|
|---|
| Polsubsektor Pelabuhan Usulkan Pos Imigrasi di Balohan, Koordinasi Dinilai Belum Maksimal |
|
|---|
| Pasang Surut Perairan Sabang - Banda Aceh Terpantau Normal, Gelombang Tenang |
|
|---|
| 575 KK di Kuta Ateuh Sabang Terima Subsidi Listrik, Total Rp155 Juta |
|
|---|
| Jumat 24 April 2026, Berikut Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-retak-di-sabang-ditutup.jpg)