Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bireuen

Seratusan Petugas Damkar dan TRC Bireuen Demo ke DPRK, Ini Tuntutannya

Sekitar seratus petugas Damkar dan TRC BPBD Bireuen menggelar demo ke DPRK menolak tudingan penimbunan bantuan.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
DEMO PETUGAS BPBD - Sekitar seratus personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, terdiri dari petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), menggelar aksi unjuk rasa atau demo ke Gedung DPRK Bireuen pada Selasa (13/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sekitar seratus petugas Damkar dan TRC BPBD Bireuen menggelar demo ke DPRK menolak tudingan penimbunan bantuan.
  • Mereka menegaskan seluruh bantuan disalurkan sesuai prosedur dan telah bekerja maksimal sejak awal banjir.
  • Anggota DPRK, Muhammad Amin, menyebut sidak gudang logistik tanpa koordinasi itu ilegal dan mencemarkan nama BPBD.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sekitar seratus personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, terdiri dari petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), menggelar aksi unjuk rasa atau demo ke Gedung DPRK Bireuen pada Selasa (13/1/2026).

Mereka datang menggunakan mobil pemadam kebakaran (damkar) lengkap dengan sirine yang dibunyikan sepanjang perjalanan, lalu memarkirkan armada di halaman gedung dewan. 

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas sidak sejumlah anggota DPRK ke gudang logistik BPBD di Cot Keutapang sehari sebelumnya, yang di media sempat diberitakan sebagai “penggerebekan” gudang bantuan.

Dalam orasi tanpa pengeras suara, salah seorang perwakilan, Taufik menegaskan, bahwa mereka tidak menerima tudingan penimbunan bantuan.

Menurutnya, setiap bantuan yang masuk ke gudang BPBD disalurkan sesuai prosedur melalui permintaan resmi camat di masing-masing gampong terdampak.

“Kami ingin klarifikasi dengan anggota DPRK yang melakukan sidak. Tuduhan penimbunan itu tidak benar,” tukas Taufik. 

Baca juga: Bupati Bireuen Letak Batu Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat, Ini Lokasinya

“Sejak hari pertama banjir, kami bekerja di garda terdepan, mengevakuasi warga, menyalurkan air bersih, dan mendistribusikan bantuan. Tapi nama kami justru dicemarkan,” ujarnya disambut tepuk tangan rekan-rekannya.

Koordinator aksi, M Rakjab yang juga anggota TRC menambahkan, bahwa mekanisme penyaluran bantuan sudah diatur dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Menurutnya, sidak DPRK yang dilakukan tanpa koordinasi justru merusak nama baik BPBD.

“Kami menampung semua bantuan, lalu menyalurkannya sesuai kebutuhan,” terangf M Rakjab.

“Kehadiran dewan yang menyebut ada penimbunan sama saja mencemarkan nama baik kami,” ucap dia.

“Padahal kami sudah bekerja maksimal, membersihkan meunasah, masjid, mengantar air bersih, dan membantu pengungsi,” tegasnya.

Baca juga: Forum PRB Bali Salurkan Bantuan STT Mahaputra untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Timur

Respons DPRK

Salah seorang Anggota DPRK Bireuen, Muhammad Amin atau dikenal Keuchik Min yang hadir di lokasi aksi, menyatakan bahwa sidak tersebut dilakukan oleh anggota Komisi IV tanpa sepengetahuannya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved