Kamis, 11 Juni 2026

Berita Bireuen

Puluhan Warga Tingkeum Manyang Bireuen Masih Bertahan di Meunasah, Harap Hunian Jelang Ramadan

Dalam musibah banjir bandang waktu itu katanya, Sebanyak 18 unit rumah hilang, kemudian 13 unit rusak berat dan 74 lainnya rusak ringan. 

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Bertahan - Sejumlah warga Tingkeum Manyang, Kutablang hingga Selasa (12/1/2026) masih di meunasah setempat sebagai tempat pengungsian bagi korban banjir yang rumah hilang dan rusak. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Hingga Senin (12/1/2026) sejumlah warga Desa Tingkeum Manyang, Kutablang, Bireuen bertahan sebagai pengungsi korban banjir di meunasah setempat, mereka masih buka dapur umum dan kebutuhan dapat disebutkan memadai. 

Keuchik Tingkeum Manyang, Ir Mawardi kepada Serambinews.com mengatakan, di meunasah masih ada 9 kepala keluarga yang mengungsi atau sekitar 50 jiwa, masih buka dapur umum, kebutuhan sembako dapat disebutkan memadai, selain bantuan Pemkab Bireuen juga banyak bantuan relawan. 

Menjelang Ramadan, mereka berharap ada hunian baik tetap atau sementara, ujarnya.

Dalam musibah banjir bandang waktu itu katanya, Sebanyak 18 unit rumah hilang, kemudian 13 unit rusak berat dan 74 lainnya rusak ringan. 

Desa Tingkeum Manyang katanya, sebelah timur dengan Desa Paya Rangkuluh, sebelah barat dengan Krueng Peusangan dan Desa Tingkeum Baro, sedangkan sebelah selatan dengan Desa Kulu dan sebelah utara dengan Desa Geulanggang Minje dan Ulee Pusong.  

Baca juga: 5 Cara Lindungi Anak dari Pedofilia Lewat Edukasi Seksual, dr Boyke : Orang Tua Jangan Anggap Tabu

Baca juga: China dan AS Sepakati Pakta Dagang, Tarif Impor Diprediksi Turun hingga 15 Persen

Selain rumah hilang, rusak berat dan ringan  ada puluhan ruko, doorsmeer juga rusak berat.

“Dua unit pompa air untuk sawah juga hancur, ini masalah besar menyangkut sektor pertanian memasok air ke sawah sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Jumlah pengungsi dampak banjir awalnya mencapai 1.927 jiwa dan sekarang tinggal 50 jiwa, sebagian sudah kembali ke rumah membersihkan rumah.

Menjawab Serambinews.com tentang kebutuhan pengungsi terutama menjelang Ramadan, Mawardi mengaku persediaan di dapur umum hingga dua Minggu kedepan.

Menyangkut rumah yang hilang katanya, hingga saat ini belum ada informasi mengenai penanganan selanjutnya, jelasnya mereka sudah tidak ada rumah lagi dan lokasi rumah juga sudah menjadi sungai.

“Ini masalah serius bagi warga saya empat tinggal mereka tidak ada lagi, banyak juga rumah rusak,” ujarnya. Para warga katanya sangat mengharapkan adanya hunian baik tetap maupun sementara, sebaiknya hunian tetap karena rumah mereka sudah hilang, ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved