Berita Bireuen
385 Rumah Hilang di Juli Bireuen, Tiga Huntap Mulai Dibangun
Sebanyak 385 rumah di Kecamatan Juli, Bireuen hilang atau tidak layak huni akibat banjir bandang.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 385 rumah di Kecamatan Juli, Bireuen hilang atau tidak layak huni akibat banjir bandang.
- Sebagai langkah awal, tiga unit hunian tetap (Huntap) sedang dibangun di Desa Balee Panah untuk korban.
- Pembangunan Huntap menjadi harapan warga agar segera kembali memiliki rumah layak setelah kehilangan segalanya.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November 2025 lalu, meninggalkan luka mendalam bagi warga Kecamatan Juli.
Sebanyak 385 unit rumah di kecamatan itu dilaporkan hilang atau tidak layak lagi ditempati karena terendam banjir dan terancam longsor.
Camat Juli, Hendri Maulana menyampaikan, bahwa data tersebut sudah dikirimkan ke pemerintah kabupaten untuk ditindaklanjuti.
Dari jumlah itu, sekitar 230 rumah telah memiliki alas hak atau surat kepemilikan tanah, sehingga bisa dijadikan lokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana.
Sebagai langkah awal, tiga unit Huntap sedang dibangun di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli.
Rumah tersebut diperuntukkan bagi Zainal Abidin Sulaiman (70), dan dua anaknya, M Saiful Bahri (37), serta M Anwar Sadad (39).
Baca juga: Bupati Bireuen Sebut Pembangunan Huntap Bagi Korban Banjir di Balee Panah Juli Pertama di Aceh
Ketiga rumah mereka sebelumnya hancur diterjang banjir, dan lokasi lama kini berubah menjadi aliran sungai.
“Pembangunan Huntap ini terus digenjot agar segera selesai,” terangnya.
“Setelah di Balee Panah, akan dilanjutkan secara simultan di gampong-gampong lain yang terdampak,” ujar Camat Hendri.
Permukiman Jadi Sungai
Sementara itu, Keuchik Balee Panah, Muntazar menjelaskan, bahwa dampak banjir bandang di desanya sangat parah.
Sebanyak 58 rumah hancur dan hilang, 14 rumah tertimbun longsor, serta 27 rumah lainnya rawan tidak bisa ditempati lagi.
“Di gampong kami tidak ada rumah rusak ringan. Begitu banjir bandang datang, seluruh permukiman langsung hilang, berubah jadi aliran sungai,” ungkap Muntazar.
Baca juga: Seratusan Anak Pengungsi Balee Panah Ikuti Pemulihan Trauma, Diwarnai Balon dan Permainan
Ia menambahkan, warga sudah mulai menyerahkan alas hak kepemilikan tanah untuk pembangunan Huntap.
banjir bandang dan longsor
dampak banjir bandang dan longsor
rumah hilang
Desa Balee Panah
Kecamatan Juli
Bireuen
huntap
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Ingat! Mobil dari Arah Banda Aceh Dilarang Melintasi Jembatan Kutablang, Truk & Ambulan Diizinkan |
|
|---|
| 11 Boat Ketek Beroperasi di Ulee Jalan Bireuen, Seberangkan Warga untuk Merayakan Idul Adha |
|
|---|
| UIA Bireuen Buka Pendaftaran PMB Semester Ganjil 2026, Korban Banjir Dapat Keringanan SPP |
|
|---|
| Empat Keping Lantai Jembatan Bailey Kutablang Patah, Kendaraan Tertahan 6 Jam Lebih |
|
|---|
| SMAN 1 Bireuen Raih Peringkat Satu Top 10 SMA Lulus SNBT Se-Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Huntap-di-Balee-Panah.jpg)