Kamis, 30 April 2026

Korban Banjir

31 Orang Masih Hilang, Pencarian Korban Bencana di Aceh Terus Dilakukan

Hingga pertengahan Januari 2026, proses pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 masih terus

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/HO/BASARNAS BANDA ACEH
BASARNAS BANDA ACEH MENGEVAKUASI MAYAT – Tim SAR mengevakuasi mayat korban banjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota pada akhir November 2025 lalu.  
Ringkasan Berita:
  • Pencarian diarahkan ke wilayah-wilayah yang masih memiliki data korban hilang. Menurutnya, Basarnas tetap melakukan pencarian secara aktif meskipun dibarengi dengan aktivitas penanganan lainnya.
  • Pola pencarian saat ini lebih bersifat responsif. Tim di lapangan akan melakukan evakuasi apabila terdapat indikasi atau laporan ditemukannya korban.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Hingga pertengahan Januari 2026, proses pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 masih terus dilakukan. Saat ini, tercatat sebanyak 31 orang masih dinyatakan hilang.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan pencarian korban tetap dilaksanakan seiring dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat bencana di Aceh.

“Proses pencarian masih terus dilakukan sesuai dengan perpanjangan masa tanggap darurat. Pencarian dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembersihan,” kata Harris saat dikonfirmasi Serambinews.com, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, fokus pencarian diarahkan ke wilayah-wilayah yang masih memiliki data korban hilang. Menurutnya, Basarnas tetap melakukan pencarian secara aktif meskipun dibarengi dengan aktivitas penanganan lainnya.

“Pencarian tetap aktif, hanya saja dibarengkan dengan pekerjaan lain. Kita tidak mengenal istilah pencarian pasif,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa pola pencarian saat ini lebih bersifat responsif. Tim di lapangan akan melakukan evakuasi apabila terdapat indikasi atau laporan ditemukannya korban.

Baca juga: Diterjang Banjir, Sebagian Bangunan Dayah di Kutablang-Bireuen Jatuh ke Sungai

“Saat ini pencarian dilakukan jika ada indikasi atau laporan evakuasi. Tidak lagi dilakukan pencarian menyeluruh seperti sebelumnya,” katanya.

Berdasarkan data terakhir Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh yang diperbarui pada Rabu (13/1/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 31 korban masih dinyatakan hilang. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan mencapai 545 orang.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor akibat curah hujan ekstrem tersebut melanda 203 kecamatan dan 3.046 gampong di Aceh. Jumlah warga terdampak tercatat mencapai 670.826 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.584.130 jiwa.

Selain korban meninggal dan hilang, sebanyak 4.939 orang mengalami luka ringan dan 456 orang lainnya mengalami luka berat.

Untuk sebaran korban hilang, Kabupaten Bener Meriah tercatat paling banyak dengan 14 jiwa. Disusul Aceh Utara sebanyak 6 jiwa, Aceh Tengah 4 jiwa, Nagan Raya dan Bireuen masing-masing 3 jiwa, serta Aceh Tenggara 1 jiwa.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved