Rabu, 27 Mei 2026

Opini

Transformasi Digital dan Stabilitas Makroekonomi Mesin Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Dalam konteks ini, pencarian mesin pertumbuhan baru yang berkelanjutan dan tangguh menjadi imperatif. Bukti empiris terkini, sebagaimana

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
hand over dokumen pribadi
Prof Dr Apridar SE MSi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Aceh. 

Kebijakan yang dianggap dapat mendukung pertumbuhan akan membangun kepercayaan, yang kemudian memudahkan upaya stabilisasi. Begitu pula, kausalitas dari transformasi digital ke pertumbuhan ekonomi di jangka pendek menegaskan bahwa proyeksi digitalisasi dalam kebijakan publik sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan, namun memerlukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap hambatan di tingkat pelaku usaha (Sri Andaiyani dkk, 2025).

Implikasi Kebijakan: Sebuah Agenda Terintegrasi

Berdasarkan temuan ini, para pembuat kebijakan di ASEAN memiliki peta jalan yang jelas. Pertama, mendorong investasi dalam studi dan pengembangan teknologi digital, khususnya yang mendukung kebijakan publik (GovTech), harus menjadi prioritas jangka pendek. Ini memastikan bahwa stakeholder, dari UMKM hingga korporasi, dapat memenuhi kebutuhan efisiensinya. Inisiatif seperti ASEAN Digital Masterplan 2025 harus diimplementasikan secara agresif.

Kedua, konvergensi digital yang lebih besar, didorong oleh kemajuan teknologi, berpotensi memperkuat integrasi regional dan mendukung stabilitas makroekonomi lintas batas. Harmonisasi regulasi perlindungan data, pembayaran digital lintas negara, dan standar keamanan siber akan menciptakan pasar digital ASEAN yang lebih terintegrasi, mengurangi ketimpangan digital, dan pada akhirnya menciptakan fondasi makroekonomi kawasan yang lebih stabil.

Ketiga, dan yang tak kalah pentingnya, pengendalian stabilitas makroekonomi yang konvergen yakni kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi dan prudent akan membantu pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Stabilitas harga, nilai tukar yang kompetitif, dan neraca fiskal yang berkelanjutan menciptakan lingkungan yang mendorong lebih banyak aktivitas ekonomi dan investasi, termasuk investasi di sektor digital itu sendiri.

Kesimpulannya, masa depan pertumbuhan ekonomi ASEAN tidak terletak pada pilihan antara transformasi digital atau stabilitas makroekonomi. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa keduanya adalah mesin kembar yang saling terhubung dan saling mengisi bahan bakar.

Transformasi digital menyuntikkan efisiensi dan inovasi, sementara stabilitas makroekonomi menyediakan landasan yang kokoh untuk suntikan tersebut bekerja optimal. Tugas para pemimpin ASEAN kini adalah merancang kebijakan yang secara simultan memacu roda gigi digital sekaligus menjaga kemudi makroekonomi tetap stabil.

Hanya dengan sinergi dan terpadu tersebut, ASEAN dapat berlayar dengan percaya diri menuju masa depan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved