Penerangan
Dusun Bivak Krueng Simpo Bireuen Kembali Terang Berkat PLTS
Dusun Bivak merupakan salah satu wilayah yang mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Sejumlah rumah
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Selama lebih dari sebulan tanpa aliran listrik, warga hanya mengandalkan genset berkapasitas kecil untuk penerangan malam hari.
- Keterbatasan bahan bakar membuat pasokan listrik tidak dapat digunakan secara berkelanjutan, sehingga kondisi malam hari menjadi gelap dan mencekam.
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, yang sebelumnya terdampak parah banjir bandang, kini kembali menikmati penerangan listrik.
Sejak Rabu (14/1/2026), kawasan tersebut telah terang setelah dipasangi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid.
Dusun Bivak merupakan salah satu wilayah yang mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
Sejumlah rumah hilang dan rusak, jalan serta jembatan putus, dan jaringan listrik padam.
Warga sempat terisolasi selama beberapa minggu dan baru bisa diakses kendaraan roda empat jenis double cabin sejak pekan lalu.
Selama lebih dari sebulan tanpa aliran listrik, warga hanya mengandalkan genset berkapasitas kecil untuk penerangan malam hari.
Namun keterbatasan bahan bakar membuat pasokan listrik tidak dapat digunakan secara berkelanjutan, sehingga kondisi malam hari menjadi gelap dan mencekam.
Kondisi tersebut mendorong tim dosen Universitas Almuslim (Umuslim) melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memasang paket PLTS hibrid di Dusun Bivak.
Ketua tim pengabdian, Prof Dr Halus Satriawan SP MSi, didampingi sejumlah dosen, mengatakan bahwa pemasangan PLTS ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat pascabencana.
Baca juga: Pascabanjir, FISIP Unimal Gelar Trauma Healing di SMAN 5 Lhokseumawe
“Saat kami mengunjungi Dusun Bivak, masyarakat masih sangat terisolasi dan listrik benar-benar padam. Pada malam hari situasinya sangat memprihatinkan,” ujar Halus Satriawan kepada Serambinews.com, Kamis (15/1/2026).
Tim pengabdian Umuslim yang terlibat terdiri dari Prof Dr Halus Satriawan SP MSi, Dr Imam Muslem R MKom, Dr Muhammad Yanis MT, serta Khairunnisak MPd. Mereka bekerja sama dengan relawan Meutuah Project, yang merupakan relawan pertama yang turun ke Dusun Bivak sejak bencana terjadi.
Paket PLTS hibrid tersebut dirangkai terlebih dahulu di kampus Umuslim sebelum dibawa dan dipasang di lokasi. Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melalui skema pengabdian kepada masyarakat tanggap darurat bencana.
Menurut Halus Satriawan, sistem PLTS hibrid menggabungkan panel surya dengan baterai atau genset sebagai sumber energi cadangan, sehingga pasokan listrik menjadi lebih stabil dan andal dengan memanfaatkan energi matahari di siang hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bivak-y89ijkl.jpg)