Pasca Bencana Hidrometeorologi Aceh, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Aceh Harus Dituntaskan
Bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan lebih dari seribu korban jiwa serta menghancurkan ribuan rumah
SERAMBINEWS.COM - Cuaca ekstrem disertai curah hujan tinggi yang melanda wilayah utara Sumatera pada akhir November 2025, mencakup Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akibat Siklon Tropis Senyar, telah memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan lebih dari seribu korban jiwa serta menghancurkan ribuan rumah, sarana dan prasarana umum, dan menimbulkan kerugian materi yang besar di ketiga provinsi terdampak.
Di Provinsi Aceh, dampak bencana juga terlihat pada rusaknya bentang alam dan ekologi di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS).
Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah ilmuwan dan praktisi yang fokus pada pengelolaan DAS Aceh berkumpul untuk membahas langkah-langkah strategis dan teknis dalam pemulihan DAS pasca bencana banjir bandang dan longsor.
Diskusi ini menekankan pentingnya perlindungan serta pengelolaan DAS secara menyeluruh di tengah kondisi lingkungan Aceh yang semakin rentan.
Diskusi interaktif tersebut digelar di kantor Yayasan Leuser Internasional (YLI), Kampus Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Kamis, 15 Januari 2026.
Pertemuan perdana ini mengangkat tema “Diskusi Strategis Pemulihan DAS Pasca Bencana Hidrometeorologi Aceh.”
Turut hadir dalam forum diskusi ini yaitu Dr. Ir. Syahrul, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Hairul Basri, M.Sc, dan Dr. Purwana Satriyo, S.TP, MT dari Universitas Syiah Kuala, Dr. Cut Maila Hanum (STIK Pante Kulu), Dr. T.M Zulfikar, ST. MP., M.Yacob Ishadamy, Zakiul Fuady, Iwan Iktiara (Yayasan Ekosistem Lestar/ YEL) dan Pradnipra dari BPDAS Aceh, serta Teuku Firsa, ST, M.Eng.Sc sebagai fasilitator kegiatan dari YLI.
Baca juga: Trump Raup Keuntungan dari Minyak Venezuela, AS Dijual 30 Persen Lebih Mahal
Pertemuan ini berhasil meramu beberapa rekomendasi penting yakni untuk segera mengidentifikasi kerusakan-kerusakan DAS, valuasi kerugian dan strategi pemulihan daya dukung DAS. Hasil ini akan dipaparkan kepada tim Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) Aceh untuk dirumuskan dalam dokumen R3P Aceh.
Beberapa rekomendasi kunci antara lain mengembalikan fungsi kawasan yang terkoneksi dengan DAS, melakukan evaluasi ulang daya dukung DAS termasuk melakukan overlay peta untuk melihat kondisi DAS saat sebelum dan sesudah bencana.
Ketua Pengurus YLI, Said Fauzan Baabud mengapresiasi komitmen dan kontribusi yang diberikan oleh para ilmuwan dan praktisi untuk pemulihan DAS Aceh yang merupakan satu ekosistem vital dalam mitigasi bencana alam dan jasa lingkungannya dalam penentuan ketersediaan dan kualitas air sebagai sumber daya krusial bagi manusia dan lingkungan di Provinsi Aceh.
| Kemenag Aceh Besar dan Disdukcapil Tandatangani Kerja Sama Layanan Nikah |
|
|---|
| Komisi IV DPRK Banda Aceh Minta IGD RS Meuraxa Ditata Ulang |
|
|---|
| Makna dan Harapan HUT Banda Aceh di Mata Daniel Abdul Wahab |
|
|---|
| Amanah akan Perkuat Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif di Aceh |
|
|---|
| Harga Sawit di Aceh Jaya Melejit, TBS Tembus Rp3.130 per Kg Jumat Besok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/DISKUSI-PEMULIHAN-DAS-ACEH-Sejumlah.jpg)