Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Timur

80 Persen Wisata Aceh Timur Rusak Usai Banjir Bandang

80 persen objek wisata di Aceh Timur mengalami kerusakan parah setelH diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Wisata air, Sungai Lokop Aceh Timur hancur tertimbun longsor setelah diterjang banjir bandang, Sabtu (17/1/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI -  Sektor pariwisata di Kabupaten Aceh Timur berada dalam kondisi kritis.

Data diterima Serambinews.com, pada Sabtu (17/1/2026), 80 persen objek wisata di Aceh Timur mengalami kerusakan parah setelH diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Aceh Timur, Syahril, mengungkapkan bahwa dampak bencana ini merupakan pukulan bagi pengelola umum dan usaha tempat wisata. 

Kerusakan ini merasa dari pegunungan hingga pesisir pantai.

Wisata sungai dan alam, kerusakan paling fatal terjadi pada destinasi sungai Lokop, yang selama ini menjadi primadona, kini lenyap dan berubah menjadi hamparan pasir

Sementara wisata pantai di kawasan Matang Rayeuk, Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata rata dengan tanah. 

Baca juga: Verifikasi Rumah Rusak, 220 Mahasiswa Diturunkan Ke 24 Kecamatan di Aceh Timur

Sementara di Pantai Leuge, abrasi hebat tidak hanya menghancurkan fasilitas wisata tetapi juga memutus akses jalan utama.

Titi Gantung di Lokop, yang menjadi magnet utama wisatawan untuk berswafoto, hanyut tersapu arus deras tanpa sisa.

Fenomena yang paling mengejutkan adalah hilangnya alur Sungai Lokop. 

Syahril menjelaskan bahwa kekuatan banjir telah memindahkan aliran sungai hingga ke kaki gunung.

“Kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi kini tertutup material sedimen tebal. 

Alurnya berpindah, sehingga lokasi yang dulu sangat indah tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata,” tutur Syahril.

Baca juga: Huntara Tahap Pertama di Aceh Timur Rampung, Al-Farlaky: Kita Ada Tim Verifikasi Data

Lumpuhnya 80 persen destinasi ini berdampak langsung pada terhentinya denyut ekonomi warga yang bergantung pada kunjungan wisatawan. 

Saat ini, Disparpora tengah berpacu melakukan pendataan menyeluruh untuk mengajukan rehabilitasi dan rekonstruksi kepada pemerintah daerah maupun pusat.

Namun, Syahril mengakui bahwa proses ini tidak akan berjalan singkat. 

"Upaya pemulihan sektor pariwisata tentu membutuhkan waktu yang cukup lama dan dukungan anggaran yang besar," pungkasnya.

Baca juga: Putus Akibat Banjir, Al-Farlaky Resmikan Jembatan Bailey Baroh Bugeng Aceh Timur

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved