Berita Aceh Timur
80 Persen Wisata Aceh Timur Rusak Usai Banjir Bandang
80 persen objek wisata di Aceh Timur mengalami kerusakan parah setelH diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Sektor pariwisata di Kabupaten Aceh Timur berada dalam kondisi kritis.
Data diterima Serambinews.com, pada Sabtu (17/1/2026), 80 persen objek wisata di Aceh Timur mengalami kerusakan parah setelH diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Aceh Timur, Syahril, mengungkapkan bahwa dampak bencana ini merupakan pukulan bagi pengelola umum dan usaha tempat wisata.
Kerusakan ini merasa dari pegunungan hingga pesisir pantai.
Wisata sungai dan alam, kerusakan paling fatal terjadi pada destinasi sungai Lokop, yang selama ini menjadi primadona, kini lenyap dan berubah menjadi hamparan pasir
Sementara wisata pantai di kawasan Matang Rayeuk, Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata rata dengan tanah.
Baca juga: Verifikasi Rumah Rusak, 220 Mahasiswa Diturunkan Ke 24 Kecamatan di Aceh Timur
Sementara di Pantai Leuge, abrasi hebat tidak hanya menghancurkan fasilitas wisata tetapi juga memutus akses jalan utama.
Titi Gantung di Lokop, yang menjadi magnet utama wisatawan untuk berswafoto, hanyut tersapu arus deras tanpa sisa.
Fenomena yang paling mengejutkan adalah hilangnya alur Sungai Lokop.
Syahril menjelaskan bahwa kekuatan banjir telah memindahkan aliran sungai hingga ke kaki gunung.
“Kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi kini tertutup material sedimen tebal.
Alurnya berpindah, sehingga lokasi yang dulu sangat indah tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata,” tutur Syahril.
Baca juga: Huntara Tahap Pertama di Aceh Timur Rampung, Al-Farlaky: Kita Ada Tim Verifikasi Data
Lumpuhnya 80 persen destinasi ini berdampak langsung pada terhentinya denyut ekonomi warga yang bergantung pada kunjungan wisatawan.
Saat ini, Disparpora tengah berpacu melakukan pendataan menyeluruh untuk mengajukan rehabilitasi dan rekonstruksi kepada pemerintah daerah maupun pusat.
Namun, Syahril mengakui bahwa proses ini tidak akan berjalan singkat.
"Upaya pemulihan sektor pariwisata tentu membutuhkan waktu yang cukup lama dan dukungan anggaran yang besar," pungkasnya.
Baca juga: Putus Akibat Banjir, Al-Farlaky Resmikan Jembatan Bailey Baroh Bugeng Aceh Timur
| Tiga Hotspot Terdeteksi di Aceh Timur, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Karhutla |
|
|---|
| Bupati Kukuhkan Pengurus DPC APDESI 2026-2031, Minta Selaraskan dengan Visi Misi Pemda Aceh Timur |
|
|---|
| Disperindag Aceh Timur Pastikan Harga Bahan Pokok Terjangkau |
|
|---|
| 3 dari 8 Titik Panas Tersebar di Aceh Timur, Masyarakat Diimbau Waspada |
|
|---|
| Waka Polsek Rantau Seulamat Tekankan Disiplin kepada Siswa SMAN 1 di Bayeun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wisata-air-Sungai-Lokop-Aceh-Timur-hancur-tertimbun-longsor-setelah-diterjang-banjir-bandang.jpg)