Berita Aceh Timur
Putus Akibat Banjir, Al-Farlaky Resmikan Jembatan Bailey Baroh Bugeng Aceh Timur
Bupati Aceh Timur meresmikan jembatan Bailey di Gampong Baroh Bugeng yang sempat lumpuh akibat banjir bandang.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Amirullah
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, meresmikan jembatan Bailey sepanjang 13 meter yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir besar, Kamis (15/1).
Jembatan dengan lebar 4 meter ini bukan sekadar konstruksi baja, baik warga setempat, ini adalah jalur inti yang menghubungkan Gampong Baroh Bugeng dengan Gampong Peulawi.
Sebelumnya, aktivitas warga di wilayah Kecamatan Nurussalam atau Bagok ini sempat terhambat karena jembatan penghubung rusak dan roboh setelah dihantam banjir bandang.
"Kita harap dengan terbangunnya jembatan ini, masyarakat bisa kembali beraktivitas normal dan roda ekonomi warga kembali lancar," ujar Bupati Al-Farlaky.
Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkab Aceh Timur dengan Kementerian Pertahanan, di mana pengerjaan fisiknya dilakukan langsung oleh personel TNI dari Jakarta.
Selain di Baroh Bugeng, proyek serupa juga dikebut di Gampong Seuneubok Rambong untuk memastikan masyarakat tidak terisolasi dan bisa melalui akses jalan dengan nyaman saat hendak keluar dan masuk Gampong.
Baca juga: Pemerintah Aceh Terima Rp 32,4 Miliar Dana Bencana dari Pemda Lain, Ini Rincian Penyalurannya
Baca juga: Jembatan Kutablang Ditutup Lagi, Ini Penyebabnya
Selain di Baroh Bugeng, proyek serupa juga dikebut di Gampong Seuneubok Rambong untuk memastikan keterisolasian wilayah terdampak banjir segera berakhir.
Namun, Al-Farlaky menjelaskan bahwa tidak semua mesan bisa ditangani dengan jembatan Bailey, dikarenakan konstruksi tanah sangat menentukan.
"Kondisi tanah sangat menentukan, untuk wilayah yang tidak mungkin dibangun jembatan, kami gunakan solusi Aramco atau gorong-gorong baja besar, seperti yang sudah kita terapkan di Gunung Putus Peunaron," jelasnya.
Tak hanya jembatan, Bupati juga membawa kabar baik mengenai hunian sementara (Huntara) bagi pengungsi banjir.
Progres pembangunan tempat tinggal para pengungsi di beberapa kecamatan seperti Simpang Jernih hingga Pante Bidari dilaporkan sudah mencapai 80 persen.
"Dalam waktu dekat, Huntara di Pante Rambong akan segera kita resmikan, kami terus mengebut proses administrasi lahan agar masyarakat terdampak segera dapat hunian," paparnya.
| Tiga Hotspot Terdeteksi di Aceh Timur, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Karhutla |
|
|---|
| Bupati Kukuhkan Pengurus DPC APDESI 2026-2031, Minta Selaraskan dengan Visi Misi Pemda Aceh Timur |
|
|---|
| Disperindag Aceh Timur Pastikan Harga Bahan Pokok Terjangkau |
|
|---|
| 3 dari 8 Titik Panas Tersebar di Aceh Timur, Masyarakat Diimbau Waspada |
|
|---|
| Waka Polsek Rantau Seulamat Tekankan Disiplin kepada Siswa SMAN 1 di Bayeun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Al-Farlaky-saat-hendak-memotong-pita-tanda-peresmian-jembatan-Bailey.jpg)