Selasa, 21 April 2026

Berita Pidie Jaya

310 Prajurit TNI Dikerahkan ke Pidie Jaya

Sebanyak 310 TNI AD dikerahkan ke Pidie Jaya, Sabtu (17/1/2026), guna mempercepat pemulihan pascabanjir.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
TNI DIKERAHKAN : Tercatat 310 TNI AD dikerahkan untuk mempercepat pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (17/01/2026). Juga dikerahkan sejumlah alat berat milik TNI AD 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sebanyak 310 TNI AD dikerahkan ke Pidie Jaya, Sabtu (17/1/2026), guna mempercepat pemulihan pascabanjir. 

Ratusan TNI itu bergabung melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam atau Satgas Gulbencal di bawah kendali Kodam Iskandar Muda, bersama alat berat akan bekerja di Pidie Jaya

Untuk diketahui, pengerahan kekuatan penuh sebagai respons cepat dan komitmen nyata TNI dalam mendukung pemerintah daerah.

Juga membantu masyarakat terdampak banjir, agar proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif, terukur dan terkoordinasi. 

103 prajurit TNI itu berasal dari Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yonif TP 836/BY, Yon Armed 17/RC dan Yonzipur 16/DA yang mengoperasikan berbagai alat berat di lapangan.

"Kolaborasi lintas satuan, untuk menunjukkan keseriusan TNI dalam menjalankan misi kemanusiaan secara terpadu. 

Juga memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat dimaksimalkan dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana," kata Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, kepada Serambinews.com, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: VIDEO - TNI Bantu Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Bireuen

Dikatakan, dalam operasi kemanusiaan ini, TNI mengerahkan sejumlah sarana pendukung. 

Adalah wheel loader, excavator capit, mini excavator, dump truck, armada pemadam kebakaran TNI AD hingga mobil Water Treatment dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Menurutnya, seluruh peralatan tersebut difokuskan untuk membersihkan lumpur dan material sisa banjir, memperbaiki saluran drainase, membuka kembali akses lingkungan dan permukiman warga.

Selain itu, memulihkan fasilitas umum hingga menyediakan air bersih siap konsumsi bagi masyarakat terdampak.

Dikatakan, sasaran utama kegiatan meliputi pembersihan fasilitas publik seperti Polindes Pante Berne, kantor kepala desa Pante Berne dan halaman Dayah Al-Aziziah Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudue.

Selanjutnya, saluran drainase Desa Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua yang tersumbat, hingga normalisasi aliran sungai di Kecamatan Meureudue dan Kecamatan Meurah Dua.

Kedua kecamatan itu, tercatat sebagai wilayah dengan dampak banjir paling signifikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved