Senin, 1 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Anggota Brimob Polda Aceh Jadi Tentara Bayaran Rusia

Anggota Satuan Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, diduga bergabung menjadi tentara bayaran Rusia.

Tayang:
Editor: mufti
Tribunnews.com
TENTARA BAYARAN RUSIA -- Bripda Muhammad Rio, anggota Brimob Polda Aceh, jadi sorotan setelah foto dan video dirinya bersama pasukan yang diduga tentara bayaran Rusia viral di media sosial. 

Irjen Marzuki menjelaskan, dari hasil pendataan awal, Bripda Rio sebenarnya memang sudah tidak aktif bertugas di Kepolisian. Di mana, yang bersangkutan tercatat mendaftar untuk keberangkatan ke luar negeri pada 8 Desember 2025. Sehari setelahnya, ia mengurus paspor, kemudian membeli tiket pada 18 Desember 2025.

“Tanggal 9 Desember 2025 dia buat paspor dan langsung beli tiket pada tanggal 18 Desember, dan tanggal 19 berangkat ke Cina, lanjut ke sana. Jadi terindikasi yang bersangkutan sudah ada di sana,” ujarnya. 

Terkait status keanggotaan, Irjen Marzuki mengungkap, bahwa Bripda Rio sebelumnya juga telah menjalani sejumlah pelanggaran disiplin dan kode etik. Bahkan, yang bersangkutan sudah tidak aktif secara fisik serta sudah mendapatkan hukuman beberapa kali.

“Sebenarnya dia sudah tidak aktif secara fisik dan sudah mendapat hukuman sebanyak tiga kali. Pertama, KDRT terhadap keluarga, meninggalkan dinas. Dan hasil sidang waktu itu juga diputuskan tidak layak lagi menjadi anggota Polri,” jelas Kapolda.

Berdasarkan data manifest keberangkatan ke luar negeri, Polda Aceh memastikan tidak ada anggota Polri lain yang ke luar negeri atau mengikuti jejak Bripda Rio dalam periode tersebut. 

Berkaca dari kasus tersebut, Irjen Marzuki mengatakan, bahwa pihaknya akan terus memperkuat kerja sama dengan pihak penerbit izin, khususnya Imigrasi, untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi. “Sementara kita memperkuat kerjasama dengan pihak penerbit izin, dalam hal ini Imigrasi untuk mengetahui adanya informasi awal terindikasi ke sana,” terangnya.

Irjen Marzuki menegaskan bahwa pengawasan internal di tubuh Polri khususnya di Polda Aceh, terus berjalan melalui berbagai fungsi pengawasan. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau seluruh anggota Polri untuk tetap menjaga loyalitas dan kerahasiaan negara dalam menjalankan tugas.

“Sementara kita sudah ada doktrin jaga rahasia negara, jaga Negara Republik Indonesia. Ya kalau dia memang ada 1.000 orang yang diawasi kadang-kadang ada juga satu yang tidak sempurna,” pungkas Kapolda.(ra)

 

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved