Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Rusak Disapu Banjir, Warga Simpang Jernih- Aceh Timur Butuh Rumah Ibadah dan Sumur Bor

"Kami saat ini sangat membutuhkan rumah ibadah sementara, karena musalla yang sebelumnya kami gunakan sebagai rumah ibadah rusak disapu banjir,"

Penulis: Zubir | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Zubir
TUMPUKAN KAYU - Kayu yang dibawa banjir bandang kini masih menutupi daratan daerah permukiman di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa 

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Masyarakat Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, kini sangat membutuhkan sumur bor air bersih dan rumah ibadah menjelang tibanya bulan suci Ramadhan 1447 Hiriah ini.

Rumah ibadah yang mereka gunakan selama ini rusak tidak bisa dipakai lagi akibat disapu banjir akhir tahun 2025 lalu, sedangkan masjid utama Desa Rantau Panjang ini sedang dalam proses pembangunan. 

Seperti diketahui, saat air besar datang di tanggal 26-27 November 2025 lalu, sekitar 60 rumah dan termasuk musalla Desa Rantau Panjang Beudari ini rusak parah disapu air dan dihantam kayu.

Bahkan mirisnya, ladang atau lahan pertanian seperti nilam, pohon durian, dan lainnya sebagai sumber mata pencaharian warga di daerah yang sempat tersisolir ini banyak juga lenyap.

Saat ini warga di daerah pedalaman berada di paling ujung wilayah Kabupaten Aceh Timur berbatasan dengan Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara itu, tinggal di tenda darurat.

Kayu gelondongan dan kayu-kayu tumbang yang dibawa banjir bandang akhir tahun 2025 itu kini masih menumpuk di area sekitar 3 atau 5 hektar bekas lahan pertanian dan tapak rumah warga.

Keuchik Desa Rantau Panjang, Said Ridwan, Senin (19/1/2026), mengatakan, saat ini puluhan kepala keluarga (KK) masih menempati tenda darurat bantuan pemerintah dan relawan. 

"Kami saat ini sangat membutuhkan rumah ibadah sementara, karena musalla yang sebelumnya kami gunakan sebagai rumah ibadah rusak disapu banjir," sebutnya.

TUMPUKAN KAYU - Kayu yang dibawa air besar atau banjir bandang kini masih menutupi daratan daerah permukiman di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
TUMPUKAN KAYU - Kayu yang dibawa banjir bandang kini masih menutupi daratan daerah permukiman di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. (Serambinews.com/Zubir)

Baca juga: Satu Korban Bencana Aceh Kembali Ditemukan, Total Meninggal Capai 561 Orang

Said menambhakan, masjid utama Desa Rantau Panjang yang sebelumnya masih dalam pembangunan, kini terpaksa terhenti karena adanya musibah bencana banjir.

Warga sangat berharap kepada pemerintah atau pihak lainnya, bisa membantu pembangunan sementara rumah ibadah mereka, karena tidak lama lagi akan tibanya bulan Ramadhan.

Kemudian, sambung Keuchik, saat ini warga di sana juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, karena pipa air yang ada telah hanyut dibawa air banjir. 

Selama ini, warga di Desa Rantau Panjang ini memanfaatkan air bersih dari pegunungan di sekitar desa (Gunung Bendahara) yang dialiro memggunakan pipa panjang. 

Saat ini pihak relawan Ustadz dari Jawa Timur ada membantu pipa untuk mengaliri air dari gunung, tapi belum bisa memenuhi semua kebutuhan air bersih warga setempat. (*)
 

 

 


 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved